raweyai

Yorrys : Dialog Papua-Jakarta Terus Didorong

raweyaiYorris RaweyaiJAYAPURA – Anggota DPR RI dari Partai Golkar dan saat ini duduk di Komisi I yang mengurusi bidang Pertahanan, Intelijen dan Luar Negeri, Yorrys Raweyai, mengatakan, pihaknya saat ini mendorong pemerintah pusat agar membuka diri untuk ruang dialog Papua-Jakarta.

“Kami terus mendorong dialog itu, di Papua ini sudah berbagai upaya dilakukan dengan berbagai macam kebijakan sejak jaman Soeharto sampaiSBY namun ternyata tidak memberikan perubahan. Sekarang yang dipakai adalah landasan Otsus, yang mana harus ada kemauan pemerintah untuk melaksanakan hal ini. Otsus ini kan simple saja, untuk alur politiknya terkait komisi kebenaran dan rekonsiliasi serta pelurusan sejarah dan HAM di Papua,”katanya saat dijumpai di Rumah Sahabat Yorrys, Sabtu (28/9).

Selain dari itu, lanjutnya,terkait dengan masalah kesejahteraan yang diantaranya pendidikan, kesehatan, infrasturktur dan ekonomi kerakyatan yang semuanya dilaksanakan secara affirmatif.”Sehingga itu yang kita sebut dengan afirmative action. Ini keberpihakan, tetapi keberpihakan itu harus disadari oleh pemerintah dan ini dibiayai oleh negara selama 25 tahun. Sekarang kita lihat, lebih dari 10 tahun sudah berjalan. Disitu jelas, secara eksplisit diberikan hak dan kewenangan. Tetapi dalam implementasinya selama ini Papua diberikan uang tapi tidak diberikan kewenangan sehingga ini masalah yang sangat mendasar,”ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah pusat jangan selalu membuat pernyataan bahwa semua sudah diberikan kepada Papua, entah itu bupati, anggota DPR maupun gubernur. Karena pada faktanya kewenangan yang dimaksud tidak terlihat.

“Kalau kita mau konsisten malaksanakan hal ini maka biarkan mereka (pemerintah daerah,red) menata dirinya sendiri dengan Perdasi dan Perdasus. Karena itulah lex spesialis yang diberikan, bukan malah seorang bupati pun harus menghadap hingga ke Mendagri untuk membuat payung hukum, bahkan membuat Perdasus pun harus berkomunikasi dengan Kemendagri. Seharusnya hal ini tidak perlu. Sehingga ini pemerintah pusat selalu kasih referensi ke Jakarta, dan ini sudah menyalahi undang-undang, dan ini masalah yang perlu kita luruskan dengan membangun kesamaan persepsi,”terangnya.

Dikatakan, saat ini untuk melakukan dialog berpulang pada kemauan politik dan alternatif tersebut yang sekarang didorong semua stake holder untuk segera dilakukan dialog Papua-Jakarta. Meski demikian, ia mengaku hal tersebut merupakan tantangan karena pemerintah pusat masih memandang dialog itu seakan-akan untuk berunding dan lain sebagainya, padahal di Papua ada pemerintah, DPRP dan MRP.

“Mereka di pusat harus paham dulu bahwa di Papua ada kongres Rapat Dengar Pendapat (RDP)yang dijadikan sebagai landasan. Jadi kalau selama pemerintah pusat belum merubah paradigma politik terhadap persoalan di Papua, maka ini menjadi tantangan tersendiri. Dan bagaimana kita bersama seluruh tokoh di Papua mendorong dan memberikan keyakinan kepada pemerintah pusat agar berdialog,”tandasnya.(art/art/l03)

 

Sumber:http://bintangpapua.com/index.php/lain-lain/k2-information/halaman-utama/item/9033-yorrys–dialog-papua-jakarta-terus-didorong

Scroll to Top