yan-cristian-warinussy

Warinusy :” SBY Salah Kaprah Sikapi Soal Papua”

yan-cristian-warinussyJubi  (Senin, 16/04/2012 ) –  Menanggapi aksi protes penolakan Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) oleh puluhan Mahasiswa Universitas Papua (Unipa) Manokwari,Papua Barat, Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY) dinilai melangkahi aturan. Pemerintah Jakarta juga dinilai salah menangani masalah Papua

 

Hal ini di kemukakan direktur Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Papua Barat, Yan Crisstian Warinussy pada  hari Senin (16/4). Warinussy menilai, sikap penolakan yang di lakukan para mahasiswa Unipa terhadap seminar sekaligus penyampaian UP4B wajar. Karena, pemerintah Jakarta salah dalam menyikapi masalah di wilayah paling timur ini. “Bagi saya, sikap penolakan tersebut wajar-wajar saja. Karena, pemerintah Jakarta salah dalam menyikapi masalah Papua,” ujarnya.

 

Lanjut dia, solusi terbaik terkait masalah tuntutan ‘Papua Merdeka’ yang di minta oleh masyarakat pribumi Papua muncul di masa pemerintahan almarhum Abdul Rahman Wahid dan Megawati Soekarno Putri. Saat itu, tuntutan merdeka menjadi pemikiran bersama dari akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat dan aktivis untuk menyusun sebuah draf  undang-udang (UU) yang kemudian diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Repulik Indonesia (DPR-RI) di Jakarta. Alhasil, DPR RI menetapkan draf tersebut menjadi sebuah UU yang sah yakni UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Papua.

 

Namun, kata dia, saat ini masyarakat Papua menyatakan UU Otsus telah gagal. Seharusnya, ketika orang Papua menyatakan peraturan itu gagal, pemerintah harus melakukan evaluasi terhadap kegagalan tersebut. Dimana letak kegagalan itu. Evaluasi harus di fasilitasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua dan Majelis Rakyat Papua. Tetapi, evaluasi soal kegagalan itu tidak di lakukan. “Seharusnya ada evaluasi. Tapi, evaluasi tidak di lakukan,” ungkapnya.

 

Dia menandaskan, evaluasi yang dimaksudkan tak dilakukan, tiba-tiba presiden SBY mengambil langkah dengan membentuk Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B). Tentu, pembentukan unit ini menjadi pertanyaan bagi warga Papua. “Presiden salah kaprah dalam menyikapi masalah Papua. Kebanyakan orang Papua belum tau apa itu UP4B,” cetusnya. Warinussy menambahkan, tawaran UP4B dari kepala negara ini telah melangkahi aturan. “Bagi saya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah melangkahi aturan. Terkesan ada pemaksaan,” tuturnya.

 

Juru bicara UP4B, Amiruddin Alrahap mengatakan tak ada penolakan yang di lakukan oleh mahasiwa Unipa. Kegiatan ketika itu berjalan baik dan aspiratif. Namun, ketika kegiatan berakhir pada pukul 11 WIT dan hendak di tutup, rombongan massa datang dan meminta kegiatan di bubarkan. Mereka (massa) berteriak-teriak dalam ruangan. Melihat gejala seperti itu, Rektor Unipa dan salah satu dosen berusaha menenangkan massa namun tak berhasil. Sementara,kepala UP4B, Bambang Darmono diam di tempat sambil melihat perkembangan karena sudah menjelang sholat Jumat. Kepala UP4B berjalan meninggalkan ruangan. “Jadi, tidak ada penolakan dari civitas akademika Unipa,” tuturnya.

 

Sumber: http://centraldemokrasi.com/opini/politik/17042012/warinusy-sby-salah-kaprah-sikapi-soal-papua/

Scroll to Top