Warga Jadi Korban, Presiden Didesak Hentikan Operasi Keamanan di Papua

MCWNEWS.COM, TIMIKA –¬†Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussy mendesak Presiden Joko Widodo segera menghentikan operasi keamanan di Papua.

Aktivis HAM Papua peraih penghargaan ‘John Humphrey Freedom 2005’ menyebut operasi keamanan di sejumlah wilayah seperti Puncak, Nduga mau pun Sugapa, Intan Jaya telah berujung masyarakat sipil jadi korban.

Ia mengatakan, peristiwa terbaru tertembaknya Kepala Kampung Nipurolame Patianus Kogoya (40) bersama istrinya Paitenawa Wakerkwa (35) dan seorang aparat kampung Erialek Kogoya (50) jelas menunjukkan rakyat sipil senantiasa menjadi korban konflik.

“LP3BH telah menerima laporan dari kontak personnya di Ilaga bahwa ketiga korban tewas sesungguhnya tidak tewas di tangan KKB sebagaimana dilansir sejumlah media,” kata Warinussy, Minggu (6/6/2021).

Ketiga korban tewas tertembak saat baku tembak aparat TNI/Polri dengan KKB atau TPNPB-OPM di Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Puncak pada Jumat (4/6/2021).

Warinussy juga mendapat konfirmasi warga setempat bahwa korban diduga tertembak peluru aparat keamanan. Warga lain, Ronny Wonda, menyebut korban terkena peluru nyasar aparat saat memburu KKB.

Sementara Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes M. Iqbal Al-Qudusy meyakini korban tewas akibat ulah KKB. “Mereka dinyatakan meninggal dunia akibat serangan KKB,” kata Iqbal.

Terlepas dari saling tuding tersebut, LP3BH berkesimpulan bahwa apa pun alasannya warga sipil telah menjadi korban di tengah konflik bersenjata tersebut.

“Karena itu LP3BH mendesak Presiden Joko Widodo seharusnya segera bertindak memerintahkan dihentikannya pertikaian bersenjata di wilayah Kabupaten Puncak,” imbuhnya.

Warinussy juga menyarankan Presiden Jokowi meminta Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) segera melakukan investigasi independen atas tragedi kemanusiaan itu agar diperoleh informasi yang berimbang dan akurat.

“Komnas HAM dapat dibantu oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polri dan Perwakilan Komnas HAM Papua serta aktivis HAM di Tanah Papua,” kata dia.

Ia menambahkan, desakan ini ditujukan langsung ke Presdien mengingat operasi keamanan tentu di bawah kendali Panglima TNI dan Kapolri sebagai unsur pembantu presiden.

(Sev)

Sumber berita: https://www.mcwnews.com/read/2021/06/06/202106060001/warga-jadi-korban-presiden-didesak-hentikan-operasi-keamanan-di-papua.html

Scroll to Top