Tokoh Agama Perlu Dialog Jakarta-Papua

Peran para tokoh agama di Papua diakui memiliki peran sangat strategis seiring dengan kekuatan pengaruh mereka di tengah masyarakat. Karena itu, tokoh agama di Papua dan Jakarta perlu serius duduk bersama menanggapi kesepakatan dialog Jakarta-Papua.

“Apalagi sampai saat ini masih berjalan di tempat karena belum jelasnya format, tujuan, agenda, dan mekanisme dialog yang dimaksud,” kata tokoh Papua Damai yang juga rohaniwan Katolik Romo Neles Tebay dalam diskusi bertajuk Peran Tokoh Agama Ciptakan Papua Damai di Kantor Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Jakarta, kemarin.

Menurutnya, peran tokoh agama dalam solusi masalah Papua sangat strategis terutama dalam kultur masyarakat yang masih sangat menghormati para pemimpin agama dan tokoh adat.

 

“Suara mereka sangat didengar dan syukur bahwa selama ini peran mereka sudah cukup signifikan,” ujar Neles.

 

Ia menambahkan, kesepakatan dialog Jakarta-Papua antara masyarakat Papua dengan pemerintah pusat masih menemui jalan buntu karena kedua pihak belum mencapai kesepakatan atas empat hal strategis menyangkut dialog, yaitu tujuan, format, agenda, dan mekanisme dialog.

 

“Ini masih mutung. Belum jelas kesepakatannya. Karena itu, saya rasa di sinilah peran tokoh agama penting, untuk duduk bersama, baik yang di Jakarta maupun di Papua, untuk merumuskan empat agenda ini untuk juga mendesak pemerintah sehingga tidak terus digantung,” jelas Neles.

 

Wakil Ketua Komnas HAM Yosef Stanley Adi Prasetyo menyatakan fokus dialog Papua dari perspektif HAM ialah pengakuan serius dari pemerintah atas kejahatan HAM pada masa lalu yang pernah terjadi di Papua.

 

“Tentu saja bukan soal pengakuan dan permintaan maaf, melainkan juga proses hukum. Ini yang orang Papua harapkan,” tandas Stanley.

 

Beberapa kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, kata dia, sampai sekarang belum mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Hal itulah yang menyebabkan hati rakyat Papua makin sakit.

 

Kalaupun ada upaya dialog, soal kejahatan HAM ini harus dibereskan dulu. “Ada pengakuan resmi dari pemerintah dan permintaan maaf,” tegas Stanley.

 

Sumber:http://www.victorynewsmedia.com/berita-11244-tokoh-agama-perlu-dialog-jakartapapua.html

Scroll to Top