Terlalu Prematur Menetapkan Pengamanan Khusus di Papua

JAKARTA–MICOM: Pengamanan khusus yang rencananya akan diberlakukan di Papua mendapat kecaman. Bahkan, rencana tersebut dinilai menjadi proyek sekuritisasi baru di Papua.

Koordinator Kontras Haris Azhar, mengatakan, pernyataan Presiden SBY melalui juru bicaranya Julian Aldrin Pasha terlalu prematur.

“Pernyataan Istana itu sepihak dan tidak mencerdaskan bangsa dalam mendorong Papua untuk damai. Saya curiga mereka cuma sedang cari-cari alasan untuk terus mengirimkan kekuatan keamanan dan militer ke Papua,” kata Haris kepada mediaindonesia.com di Jakarta, Senin (9/4).

Ia menambahkan, pengamanan khusus akan semakin memperlihatkan bahwa pemerintah tidak mempunyai dan tidak berani mengambil solusi demokratis dalam penanganan Papua. Misalnya, saja dengan dialog. (OL-11)

http://www.mediaindonesia.com/read/2012/04/04/311643/284/1/Terlalu-Prematur-Menetapkan-Pengamanan-Khusus-di-Papua

Scroll to Top