Tapol Papua Harus Dibebaskan

 

PAPUAN, Jakarta — Pembebasan Tahanan Politik (tapol) di seluruh tanah Papua mutlak dan harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia, dan harus mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Jakarta.

 

“Ada sekitar 50 tapol di tanah Papua yang mengalami penderitan sangat hebat. Mereka diperlakukan tidak adil, dan mereka dipenjara tanpa rasa salah dan berdosa, karena itu pemerintah Indonesia harus membebaskan mereka.”

 

Demikian penegasan Frans Tomoki, aktivis Nasional Solidaritas Papua (NAPAS) ketika ditemui suarapapua.com, Kamis (13/7) di Jakarta.

 

Menurut Frans, NAPAS bersama beberapa LSM di Jakarta seperti KontraS, KAMPAK Papua telah mendatangi DPR RI di Komisi III, dan telah beraudiensi dengan mereka terkait Tapol di tanah Papua.

 

“Sekarang tinggal niat baik pemerintah, apakah tetap memenjarakan mereka, atau membebaskan mereka sebab mereka tidak bersalah,” tambah Frans.

 

Beberapa waktu lalu, menyikapi pembebasan Tapol di Papua, Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Jamil, menganggap bila memang dibutuhkan, para tahanan Politik yang mendekam di penjara Papua harus diberi amnesti.

 

Dikatakan oleh Nasir, hal ini dilakukan sebab hal yang sama juga pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia pada para Tapol di Aceh di tahun 2006.

 

Beberapa lembaga hak asasi manusia internasional seperti Amnesty International dan Human Rights Watch (HRW) juga telah meminta agar Tapol di Papua di bebaskan oleh pemerintah Indonesia.

 

OKTOVIANUS POGAU

 

Sumber: http://www.suarapapua.com/index.php?option=com_content&view=article&id=310:tapol-papua-harus-dibebaskan&catid=9:berita-terkini&Itemid=112&http://www.suarapapua.com/index.php?option=com_content&view=article&id=310:tapol-papua-harus-dibebaskan&catid=9:berita-terkini&Itemid=112〈=en

Scroll to Top