Tak benar Pusat alergi Dialog

Jayapura DR.Pater Neles Tebay Pr mengungkapkan bahwa tak benar bila ada yang mennganggap pemerintah pusat dalam hal ini presiden alergi untuk melakukan dialog guna menyelesaikan persoalan yang terja di di Papua selama ini.

 

Menurutnya pemerintah dalam hal ini Presiden SBY juga memiliki harapan bagaimana agar masalah di Papua bisa di selesaikan sebaik-baiknya .

 

“jadi Presiden sudah menyampaikan niatnya meski tak terlaksana hingga kini. Silahkan tanyakan kepada mereka ( Pemerintah pusat, red) kalau kami tidak ada masalah, Cuma yang mau saya sampaikan adalah tak benar presiden alergi, sebab Presiden sudah menyampaikan niatnya pada 9 november 2011 lalu,” ungkap Neles Tebay.

 

Di katakannya proses dialog harus di persiapkan sebaik mungkin dan membutuhkan partisipasi dan dukungan dari pemerintah pusay dalam hal ini tak hanya Presiden, tetapi pihak yang ada di bawahnya apakah Mengkopolhukam , Mendagri atau Panglima TNI dan pihak-pihak terkait lainya.

 

Neles Tebay menegaskan dialog harus di lakukan antara dua kelompok yang bertikai. Baik yang membawa bendera merah putih maupun yang membawa bendera Bintang kejora. Nah kedua pihak ini harus di pertemuhkan dulu untuk membangun kepercayaan dan ini yang di anggap belum di lakukan .

 

“ yang pokok adalah membangun kepercayaan dulu bagi kedua belah pihak. Jika sudah membangun maka untuk berdialog ini muda. Namun bila tak bisa bertemu karena masih saling curiga maka ada perlu pihak lain yang memfasilitasi dan memediasi,” bebernya.

 

Yang terpenting adalah bertemu dulu untuk membangun kepercayaan. Neles Tebay tetap meyakini bahwa dialog tetap mungkin untuk di lakukan, hanya saja hubungan Jakarta-Papua yang hingga kini masih di warnai dengan sikap yang saling percaya, membuat proses dialog tak berjalan.

 

Neles merasa bila tetap mengalami kebutuhan maka perlu ada pihak lain yang memediasi. “ ingat tujuan pertemuan adalah membangun kepercayaan dulu.tidak perlu membahas yang lain. Itu nanti jika sudah saling mengenal,” terangnya.

 

Disinggung tentang keinginan pemerintah pusat yang siap untuk berdialog, namun tetap dalam konteks NKRI, Pater Neles menilai bahwa hal tersebut akan di bicarahkan dalam dialog. Bila tetap mewanti dan mengarahkan fokus pembahasan yang tak boleh keluar dari bingkai NKRI maka di kuatirkan niat ini akan terus tertunda.

 

“saya melihat jika sudah dilakukan, pertemuan pertama jelas akan seperti pertemuan orang asing, tapi pertemuan kedua akan ketahui bahwa ini yang hadir pertama kemarin dan akhirnya ada kepercayaan tandasnya.

 

Neles tebay juga menganggap bahwa niat ini bisa juga menjadi tugas dari Gubernur baru, tapi harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Hanya saja bisa juga dari persoalan ini di serahkan ke pihak lain.(ade/fut).

 

Sumber: Cenderawasih pos Cetak Hal 1 sambung hal 7 Edisi  Kamis 18 April 2013, (di salin oleh kilion wenda JDP)

Scroll to Top