Setahun Wafatnya Pastor Neles Tebay, Pr. Tokoh Kunci Dialog Perdamaian “Papua-Jakarta”

KORANDAERAH.COM- Masyarakat di Tanah Papua pada hari ini, Selasa 14 April 2020, memperingati satu tahun wafatrnya Pastor Neles Tebay, Pr, mantan Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) atau Papua Peace Network (PPN).

Pastor Neles Tebay juga adalah seorang Imam Katolik dan Civitas akademika sekolah Tinggi Ilmu Filsafat Fajar Timur Jayapura. Ia menghembuskan nafas terakhir pada Minggu 14 April 2019 di Rumah Sakit Santo Carolus Salemba,Jakarta Pusat setelah menjalani perawatan media atas penyakit yang dideritanya.

Dia juga seorang pegiat HAM bagi masyarakat Papua, seorang penulis dan jurnalis di The Jakarta Post, Media-media internasional, nasional maupun lokal lainnya di Indonesia. Ia juga menjadi mediator perdamaian bagi masyarakat di Tanah Papua disaat konflik di negeri emas di matahari terbit, Papua itu.

Pastor Dr. Neles Tebay Pr (Ist)
Pastor Dr. Neles Tebay Pr (Ist)

Berikut adalah penggalan kisah Yan Christian Warinussy,Deputy Jaringan Damai Papua ((JDP) di Provinsi Papua Barat, aktivis, advokat dan Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari. Pertemanan Yan dan Pastor Teby, demikian ia biasa disapa, diawali sejak bersama-sama mengikuti pelatihan jurnalistik di salah satu lembaga di Pusat Pendidikan Kristen (Puspenka) GKI Di Tanah Papua, Hawaii-Sentani, Jayapura yang diselenggarakan oleh Yayasan Pengembangan Masyarakat Desa Irian Jaya (YPMD Irja) dilaksanakan dengan Surat Kabar Mingguan (SKM) Tifa Irian dan majalah ilmiah Prisma Jakarta (1987).

“Almarhum Pastor Tebay adalah Koordinator JDP bersama dengan sahabatnya Dr.Muridan S.Widjoyo. Beliau (Muridan ) salah satu peneliti senior pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Sedangkan Pater Tebay adalah salah satu Imam pada Gereja Katolik di Tanah Papua. Bahkan di saat jelang akhir hidupnya setahun lalu, DR.Tebay adalah Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Teologia (STFT) Fajar Timur, Abepura-Jayapura di Provinsi Papua,” kisah Yan Crhistian dalam testimoninya Selasa (14/4/2020).

Ia mencatat, sejak tahun 2015, Doktor Tebay sudah mendorong gagasan penyelesaian damai atas konflik sosial politik di Tanah Papua. Almarhum Pater Neles Tebay menuliskan gagasannya di dalam buku berjudul : Dialog Jakarta-Papua; Sebuah Perspektif Papua. Buku tersebut diterbitkan oleh Kantor Sekretariat Keadilan dan Perdamaian pada Keuskupan Jayapura.

Di akhir bukunya itu, almarhum Tebay menulis : “,…. waktunya sudah tiba untuk melihat ke depan dan bergerak maju untuk menggapai cita-cita bersama yakni terciptanya Papua sebagai Tanah Damai. Diskusi-diskusi informal dan formal tentang dialog konflik Papua sudah bisa dimulai.”

Pater Neles K.Tebay,ditunjuk Presiden Jokowi Pimpimpin Persiapan Dialog Papua-Jakarta (IST)
Pater Neles K.Tebay,ditunjuk Presiden Jokowi Pimpimpin Persiapan Dialog Papua-Jakarta (IST)

”Pernyataan almarhum Pastor Doktor Tebay menurut saya sangat penting untuk digumuli oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan pemerintahannya dalam menyikapi tawaran jedah kemanusiaan (humanitarian pause) yang ditawarkan oleh Letnan Jenderal Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM) Bomanak Jeffrey, (8/4/2020 lalu,” kata mantan Wartawan sebuah Surat Kabar harian lokal di Papua itu.

“Sebagai Deputy Koordinator JDP di Provinsi Papua Barat, saya melihat bahwa sudah waktunya pemerintah Indonesia dan TPN OPM sebagai pihak yang senantiasa mengedepankan jalan ‘angkat senjata’ dalam penyelesaian konflik sosial politik di Tanah Papua secara bersama melihat ke depan dan bergerak maju untuk menyelesaikan perbedaan pemahaman diantara mereka melalui jalan damai.”

Bersama Para Tokoh Papua di Istana Presiden (Dok/Ist)
Bersama Para Tokoh Papua di Istana Presiden (Dok/Ist)

“Saya yakin bahwa pilihan ‘ perang’ atau konflik bersenjata’ diantara Polri bersama TNI menghadapi TPN OPM di sekitar area operasi pertambangan PT.Freeport Indonesia Company di Tembagapura dan Nduga hingga seluruh Tanah Papua perlu segera diakhiri,” kenang Advokat yang kini menjadi kuasa hukum Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan ini.

Bahwa Bencana kemanusiaan akibat paparan Covid-19 dewasa ini di Indonesia hingga ke Tanah Papua seyogyanya dapat menjadi jalan bagi lahirnya kesadaran dan kemauan politik Presiden Jokowi dan pemerintah Indonesia.

Tujuannya tak lain dan tak bukan, untuk merubah pola pendekatan keamanan selama lebih dari 50 tahun di Tanah Papua dengan pendekatan damai untuk menyelesaikan konflik sosial politik akibat perbedaan pemahaman mengenai sejarah Integrasi Papua yang diakui jelas di dalam konsideran UU RI No.21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua tersebut.

Pastor Dr. Neles Tebay, Pr saat menjalani perawatan medis di RS St.Carolus Jakarta (liputan6)
Pastor Dr. Neles Tebay, Pr saat menjalani perawatan medis di RS St.Carolus Jakarta (liputan6)

Diskusi-diskusi informal bahkan formal sebagai ditawarkan almarhum Pater Tebay dan JDP selama 10 tahun terakhir ini seyogyanya dapat dimulai oleh kedua belah pihak.

“Bahwa, pada aras tersebut saya melihat bahwa status Indonesia dan rakyat Papua yang direpresentasikan dalam wadah United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) di wadah Melanesian Spearhead Group (MSG) dewasa ini tepat untuk menjadi tempat dimulainya pertemuan awal membangun perdamaian dimaksud,” urai nya.

Di mata Yan Christian Warinussy, almarhum Pastor Dr Neles Kebadabi Tebay adalah seorang tokoh pemimpin yang mengendalikan senantiasa mencita-citakan Tanah Papua sebagai zona damai melalui dialog yang berhubungan Jakarta-Papua yang membutuhkan lebih banyak untuk mencari solusi yang aman karena konflik sosial-politik yg berkepanjangan sepanjang lebih dari 50 tahun semenjak 1 Mei 1963 hingga saat ini.

Yan masih ingat kebersamaannya dengan almarhum, ketika Pastor Teby yang ditunjuk sebagai tokoh kunci dialog Papua-Jakarta oleh Presiden RI Joko Widodo pada 15 Agustus 2017 lalu di Istana Merdeka-Jakarta.

Menghantar Pastor Neles Tebay Menuju Rumah Bapa di Surga. Selamat Jalan Pastor, Terima kasih untuk semuanya (Ist).
Menghantar Pastor Neles Tebay Menuju Rumah Bapa di Surga. Selamat Jalan Pastor, Terima kasih untuk semuanya (Ist).

“Dia ditunjuk dan diundang oleh Wiranto (Menko Polhukam) dan Teten Masduki (Kepala Kantor Staf Presiden / KSP). Itu terjadi saat Presiden bertemu 14 tokoh Papua yang dipimpin Ondoafi Nafri, George Awi termasuk Pater Neles Tebay dan saya sendiri, ”kenang Yan Christian Warinussy.

Sekdera diketahui, Pater Neles Tebay, Raih Penghargaan Perdamaian di Korea Selatan. Adapun, Yayasan Keadilan dan Perdamaian Tji Hak-soon memberikan penghargaan kepada individu serta organisasi yang berjuang untuk keadilan dan perdamaian di dunia.

Dolansir dari VOA, bahwa nama yayasan tersebut diambil dari almarhum Uskup Daniel Tji Hak-Soon yang mendedikasikan hidup dan pekerjaannya untuk membebaskan mereka yang mengalami ketidakadilan.Koordinator Jaringan Damai Papua, Romo Peter Neles Tebay mendapatkan penghargaan dari The Tji Haksoon dari Yayasan Keadilan dan Perdamaian Tji Hak-soon yang berada di Seoul, Korea. *

Editor : Dese Lewuk

Sumber: https://korandaerah.com/2020/04/14/setahun-wafatnya-pater-neles-tebay-pr-tokoh-kunci-dialog-predamaian-papua-jakarta-2/

Scroll to Top