Sebelum Kepemimpinan SBY Berakhir, Dialog Jakarta-Papua Digelar

 

Jayapura,- Dialog antara Pemerintah Pusat dan Papua akan dilaksanakan dalam masa pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

 

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, Dr.Albert Hasibuan, SH kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan pemerintah Provinsi Papua, Selasa (4/9) kemarin di ruang kerja Sekda Provinsi Papua yang diterima oleh Asisten Dua Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Papua Drs.Elia I.Loupatty, mengatakan dari hasil pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Papua telah disetujui bahwa masalah yang menimbulkan kebuntuan, status quo dan hal ini sudah muncul dari berbagai pihak.

 

“Kunjungan ini untuk memberikan manfaat yang besar dalam dialog sehingga dialog Papua-Pemerintah Pusat dapat dilakukan,”kata Hasibuan.

 

Oleh karena itu, dirinya berharap agar dialog dapat dilakukan di Papua agar dapat dihadiri oleh semua elemen masyarakat Papua dan Pusat. Minimal dapat dilaksanakan dalam masa pemerintah Presiden SBY, karena diharapkan Papua dapat menjadi tanah damai dan rakyatnya dapat sejahtera.

 

“Kunjungan kali ini adalah untuk menghimpun berbagai materi persoalan untuk dijadikan meteri pada dialog nanti,”ujarnya.

Dalam pertemuan tadi (kemarin-red) dengan Pemprov Papua untuk menanyakan perspektif Pemda Papua mengenai masalah – masalah apa saja yang terjadi dan perlu didahulukan seperti masalah kesehatan, pendidikan serta masalah Otsus.

Otsus yang perlu dilaksanakan dengan benar, agar Otsus menjadi suatu undang-undang yang berguna bagi masyarakat Papua.

 

Jadi itu data-data ini nantinya akan dilengkapi dengan pemikiran dari sudut keamanan Polda, TNI dan besok (hari ini-red) anggota dewan pertimbangan Presiden bidang hukum dan Hak Asasi Manusia akan kembali melakukan pertemuan dengan tokoh gereja dan sehingga untuk mendapatkan gambaran yang konkrit dan materi-materi yang bisa didahulukan.

 

“Saya memang menyadari sudah banyak kunjungan ke Papua, namun kita berharap dan akan berusaha untuk menghubungkan agar laporan saya kepada bapak Presiden menjadi suatu laporan yang berbeda dan lebih praktis agar dapat  dilaksanakan,”tuturnya.

 

Ditanya mengenai tanggapan pemprov Ppaua mengenai adanya rencana dialog ini, dirinya mengaku Pemprov Papua menyambut baik adanya rencana dialog ini.

 

“Saya mengatakan kepada mereka bahwa perlu ada dialog untuk membicarakan masalah-masalah yang dihadapi oleh Pemda Papua dan apabila dialog diadakan maka masalah yang ada dapat dibicarakan tetapi dapat juga dapat diselesaikan oleh semua pihak, pentingnya dialog ini untuk menembus keadaan status quo terhadap masalah yang terjadi di Papua,”terangnya.

 

Namun mengenai dimana tempat pelaksanaan dialog nanti, dirinya belum mengetahui apakah dialog akan dilakukan di Papua atau di Jakarta,”saya akan menyampaikan materi ini kepada bapak Presiden. walaupun kita berharap dialog dapat dilakukan di Papua tetapi masalah tempat pelaksanaan dialog itu urusan pemerintah,”paparnya.

 

Sementara menurut Asisten Dua Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Papua Drs.Elia I.Loupatty mengatakan, pada pertemuan tersebut rombongan anggota dewan pertimbangan Presiden Bidang hukum dan hak asasi manusia menyampaikan misi mengenai dialog antara Papua-Jakarta.

 

“Penting bagi saya adalah pesertanya tidak soal, yang jadi soal adalah bagaimana soal pesertanya, makanya harus dirumuskan secara baik,”tandasnya.

 

Kata Loupatty, kontennya ada pada dialog tetapi mengenai pesertanya harus dipertimbangkan. Dan jangan merugikan siapa-siapa, dewan pertimbangan Presiden bidang hukum dan hak asasi manusia akan menjembatani untuk dengan semua pihak sekaligus menjaring aspirasi.

 

“Sebenarnya tugas pemerintah adalah mengarah dan menuju pada kesejahteraan rakyat dan secara bertahap dan berkesinambungan secara terus menerus yang selalu dilakukan oleh institusi pemerintah daerah, Sedangkan hal-hal lain ada pada institusi lain,” tambahnya.

 

Laporan: Bams

Sumber:

http://www.pasificpost.com/index.php?option=com_content&;;view=article&id=5139:sebelum-kepemimpinan-sby-berakhir-dialog-jakarta-papua-digelar&catid=313:headline

Scroll to Top