leolaba ladjar

Sebelum Dialog Papua – Jakarta Dialog Papua dengan Papua Dulu

 

leolaba ladjar

JAYAPURA—Untuk menyelesaikan seluruh permasalah dan konflik yang berkepanjangan di Papua memang pelur dilakukan dialog dengan semua pihak antara Papua dengan Jakarta, tetapi Uskup Jayapura Mgr. Leo Laba  Ladjar, OFM, menyarakan agar telebih dahulu melakukan dialog antara Papua dengan Papua meski itu jauh lebih sulit dilakukan.

 

Hal itu diutarakan  Uskup Jayapura  Mgr. Leo Laba  Ladjar, OFM ketika  acara  tatap muka antara Wakapolda Papua  dengan Uskup dan Para  Pastor Se-Jayapura dalam rangka membangun  kemitraan guna mewujudkan Kantibmas  yang aman dan  damai di wilayah  hukum Jayapura dan sekitarnya di Aula Gereja  Katedral  Jayapura.   

Uskup  menganjurkan, sebelum dialog Papua dan Jakarta dilakukan,  seharusnya seluruh  orang  Papua duduk  dan berbicara  bersama untuk membangun Papua.

 

Hal ini sangat penting untuk menyamakan kenginan sehingga keinginan untuk menyelesaikan konflik di Papua bisa tercapai dengan cara dialog dan damai. Llanjut  Uskup, pihaknya sangat merasakan, semua masyarakat Papua memiliki cita- cita untuk hidup dengan damai dan sejahterah ditanah ini, sehingga Uskup Jayapura mengajak seluruh kelompok  untuk   duduk bersama menyampaikan uneg-uneg  dan bersama-sama menyelesaikan  masalah  serta  bersama- sama pula  membangun  menuju  tanah  damai yang  diberkati Tuhan.

 
Keinginan KNPB

Terkait   keinginan  KNPB  untuk  menyerahkan  diri  kepada aparat   Polda  sekaligus   memohon Uskup  memediasi, dia  mengatakan,  pihaknya  menerimanya  asalkan  KNPB serius dan  jangan hanya sebarkan isu ingin  bertemu Uskup lalu makin  banyak timbul praduga.      

Papua  “Ya,  jika   KNPB  mau menyerahkan diri ke aparat , saya sanggup supaya bicara dengan polisi, orang ini bagaimana kemudian polisi terima  lalu terserah polisi mau diproses atau tak diproses,” tuturnya.

 
Komite  Nasional Papua  Barat (KNPB), menurut  Uskup, adalah salah satu  kelompok  yang selalu  menolak   apapun program  pemerintah  seperti  Otonomi Khusus,  UP4B  dan lain lain.    

“Saya rasa ada hal-hal lain yang membuat   KNPB  ini tak mau dengar  siapapun termasuk Uskup. Kami tak berdaya untuk berbicara dengan KNPB  sekedar   menyampaikan  hal-hal yang tak  perlu mereka lalukan, bahkan  makin  keras   dan radikal” imbuh.

“Saya tak  tahu persis  sampai  kapan  KNPB terus menolak kebaikan.   Mungkin  masih mencari sesuatu yang  belum mereka peroleh,” tukasnya.   (mdc/tis/l03

 

Sumber : http://bintangpapua.com/headline/25126-sebelum-dialog-papua–jakarta-dialog-papua-dengan-papua-dulu

Scroll to Top