Salah Pedekatan, Bikin Konflik Papua Awet

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari menilai, terulangnya lagi penembakan anggota Kopassus di Papua karena pemerintah menggunakan pendekatan yang salah dalam mengentaskan konflik.

“Papua itu seperti lubang hitam, apa saja bisa dicemplungkan dan tidak akan terlacak penjelasannya. Problemnya adalah, mengapa lubang hitam dipertahankan? Pendekatan keamanan tanpa disertai upaya perbaikan kesejahteraan itu sumber masalah karena menjadikan Papua bisa untuk exercise power apa saja terutama illegal activities,” jelasnya saat dihubungi wartawan, Kamis (27/6/2013).

Karena itu, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menuntut pendekatan dengan keamanan dihentikan. “Dialihkan ke sipil melalui strategi inklusif Jakarta-Papua. Mulai dialog dan tinggalkan pendekatan keamanan, yang faktanya menjadikan Papua daerah gelap yang nyaman untuk illegal business, illegal activities para oknum elit, tapi rakyat masih tetap menderita,” tegasnya.

Diketahui, dua personel TNI AD Kopassus, Komandan Pos Maleo 2, Letnan Satu Wayan dan supir, Tono,tewas ditembaki kelompok bersenjata di Kampung Kigolikme, Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Selasa (25/6/2013), sekira pukul 14.00 WIT. Saat itu, mereka tengah mengendarai mobil Strada dari Wamena menuju Puncak Jaya.

Adapun personel lain yang ikut di dalam mobil tersebut, yaitu Pratu Supri dan Amdi berhasil menghindar. Sedangkan prajurit Andi dan kenek mobil, Ilham, belum diketahui kabarnya.

 

Sumber:http://radarpena.com/read/2013/06/27/1346/5/2/Salah-Pedekatan-Bikin-Konflik-Papua-Awet

Scroll to Top