Rakyat Papua Menunggu Janji Presiden Jokowi

JAYAPURA,SIDER – Jaringan Damai Papua (JDP) yang kini berperan sebagai fasilitator yang bertugas untuk memediasi atas terlaksananya dialog antar pemerintah pusat dan rakyat papua jaringan damai papua berusaha untuk mempersiapkan masyarakat Papua untuk dapat berdialog dengan pemerintah pusat demi terciptanya Papua sebagai tanah damai.

Untuk itu pertemuan saat ini salah satu bagian dari persiapan untuk dialog papua .Sebelum masyarakat Papua dan pemerintah pusat berdialog terlebih dahulu JDP-lah nantinnya yang berperan sebagai fasilitator untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan dialog sebagai landasan.JDP bertujuan untuk  dialog dapat terlaksana dengan baik guna menciptakan Papua sebagai tanah damai.

Dialog tidak perlu terburu-buru,apalagi tergesa-gesa tetapi perlu adannya persiapan yang baik sehingga hasil yang diperoleh akan menjadi yang terbaik.Hal ini di sampaikan oleh Dr.Pater Neles Tebay,Pr saat membuka pertemuan persiapan dialog internal Papua di Susteran Maranatha Waena –Jayapura,Senin (23/3/2015) lalu.

Ditegaskan pula oleh Pater,Satu bagian penting dari persiapan ini adalah bagaimana aspirasi rakyat Papua itu dapat di serap,bagaimana semua rakyat dapat merasa dilibatkan dalam proses dialog ini,bagaimana semua rakyat ini merasa bahwa hasil pikirannya dapat diakomodir walaupun tinggal di daerah yang sulit dijangkau baik di gunung ,pesisir karena semua warga Negara Indonesia ,semua warga Papua yang mempunyai hak yang sama.

Dan salah satu yang kita akan bahas dalam pertemuan persiapan dialog internal Papua adalah draft buku saku dialog internal Papua. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yaitu dari tanggal 23-24 Maret 2015 dan peserta nya berasal dari 7 wilayah adat yang ada.Tujuh wilayah adat itu meliputi Mamta,Saireri,Domberai,Bomberai,Ha – Anim,Lapago dan Mepago.

Dan peserta yang hadir bukan hanya orang asli Papua saja.Karena semua orang yang tinggal dan hidup tanah Papua memiliki kerinduan yang sama yaitu hidup damai.Rasa damai merupakan kebutuhan yang tidak dapat di tunda dan mendesak,oleh sebab itu harapan peserta pertemuan tidak lain kecuali adalah dialog untuk menciptakan Papua tanah damai harus dilaksanakan.Agar rasa damai yang menjadi kerinduan dan kebutuhan semua orang dapat dialami oleh semua orang tanpa memandang suku,agama,golongan dan lain sebagainya.

Selama dua hari peserta sangat antusias dalam memberikan pikirannya dalam rangka mempersiapkan dialog papua.Sebelum papua berdialog dengan Jakarta dalam hal ini pemerintah pusat ,terlebih dahulu akan dilaksanakan dialog internal papua.Dialog internal Papua tidak dimaksudkan hanya di ikuti oleh orang asli Papua tetapi yang di maksudkan adalah dialog yang melibatkan semua orang yang tinggal di Tanah Papua tanpa keterlibatan pemerintah pusat atau Jakarta.

Hasil kesepakatan dialog internal papua inilah yang akan di sampaikan saat dialog antara rakyat papua dengan Jakarta. Dalam pertemuan persiapan dialog internal Papua ini,telah menghasilkan beberapa hal antara lain : draft buku saku dialog internal papua,draft buku saku Papua Tanah damai,pembentukan pokja,draft modul serap aspirasi rakyat (SAR) Papua,pembentukan tim SAR Papua perwilayah adat,perjelas noken aspirasi.

Para peserta yang menghadiri pertemuan persiapan dialog internal papua ini mengharapkan presiden Republik Indonesia Joko Widodo dapat menepati janjinya saat kunjungannya di papua bulan desember 2014 untuk menyelesaikan berbagai persoalan di tanah papua melalui dialog (Selestinus boi Jupto)

 

Sumber:http://www.suarapilardemokrasi.com/2015/03/rakyat-papua-menunggu-janji-presiden.html#.VRKzpEOPstU.facebook

Scroll to Top