ruben magai

Pusat Harus Respon Usulan Dialog Jakarta-Papua

ruben magaiKetua Komisi A DPRP, Ruben Magai.JAYAPURA – Adanya draff dialog Jakarta-Papua yang telah diberikan oleh Jaringan Damai Papua (JDP) kepada Pemerintah Pusat, (Binpa, Selasa, 16/4),  mendapat tanggapan positif dari Ketua Komisi A DPRP, Ruben Magai.

 

Ia menilai apa yang disampaikan JDP melalui Pater Neles Tebay, sudah jelas di media massa, sehingga tinggal bagaimana niat baik Pemerintah Pusat meresponnya untuk membicarakannya.

“Kalau memang ada draff dan skema yang ditawarkan JDP itu disandingkan dengan konsep dan pikiran Jakarta, ya OK saja. Siapapun yang Jakarta utus dalam pembicaraan, sekarang rakyat Papua menunggu,” ungkapnya kepada wartawan usai mengikuti pelantikan Bupati/Wakil Bupati Paniai, di Sasana Krida Kantor, Selasa, (16/4).

Menurutnya, jika memang Jakarta atau siapa saja yang trauma dengan istilah kata ‘Dialog’ karena menganggap sebagai momok yang menakutkan, ya seperti apa kalimatnya silakan itu didesain, namun yang penting disini intinya Jakarta-Papua harus duduk berbicara untuk selesaikan masalah yang ada di Papua selama ini.

“Kondisi hari ini Presiden SBY setengah mati, karena perangkat dibawahnya tidak pernah melaksanakan apapun yang diperintahkan kebawah. Tanggal 29 April 2013 direncanakan pertemuan antara Presiden SBY dengan Gubernur Papua, itu berarti bahwa Pemerintah Pusat tidak bersatu menyikapi Papua. Itu soal, Presiden SBY bicara lain, perangkat dibawahnya terjemahkan lain. Hari ini Presiden SBY keluar Indonesia, diperhadapkan pertanyaan bahwa Papua bagaimana, ,” imbuhnya.
Ditambahkannya, apabila pemerintah pusat hanya masa bodoh saja dengan tuntutan dan persoalan rakyat Papua, sudah tentunya tuntutan rakyat Papua tersebut akan ini akan terus berjalan hingga diselesaikan.

Menyoal  perlindungan aktivis Pro Papua Merdeka, kata Ruben Magai, itu patut diberikan NKRI. Kenapa? sebab saat Belanda menjajah Indonesia. Semua aktivis Pro Kemerdekaan Indonesia dilindungi Belanda. Contoh lain aktivis Pro Kemerdekaan lainnya,seperti  Sanana Gusnao, Nelson Mandela, itu dilindungi Negara meski mereka ditahan.

Namun, Papua sangat berbeda, karena semua aktivis Pro Kemerdekaan mulai dari atas hingga akar-akarnya dihabis nyawanya sampai habis .

 

“Negara harus lindungi agar suatu saat tidak terjadi pelanggaran terus menerus, dan harus dilakuakn dialog supaya ada solusi yang diambil, bahwa apakah Papua tetap dalam kerangka NKRI ataukah keluar dari NKRI. Itu harus ada niat baik, bukan dimasa bodoh, itu binatang jadi ditembak mati,” pungkasnya.(nls/don/l03)

 

Sumber: http://www.bintangpapua.com/index.php/lain-lain/k2-information/halaman-utama/item/3744-pusat-harus-respon-usulan-dialog-jakarta-papua

Scroll to Top