warga

Presiden SBY Harus Segera Membentuk Tim Dialog Papua

warga[JAYAPURA] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta segera membentuk tim dialog Papua, yang akan bertugas untuk mengintensifkan dialog dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di Tanah Papua maupun di Jakarta.   

Pembentukan tim dialog ini merupakan suatu kebutuhan mendesak sekarang ini, dan perlu dipenuhi dalam rangka menghentikan berbagai aksi  penembakan yang terjadi di Tanah Papua.     

Hal ini dikatakan  Koordinator Jaringan Damai Papua, Pater Dr Neles Tebay yang juga Rektor Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Fajar Timur Abepura, Papua.   

Menurut Pater Neles, Presiden Yudhoyono perlu memilih orang-orang yang integritas kepribadiannya diakui secara nasional, serta dipercayai oleh baik komunitas internasional maupun oleh orang asli Papua. Dan orang Papua tidak perlu dilibatkan dalam tim tersebut.   

“Tanpa adanya tim ini, komitmen pemerintah untuk berdialog secara terbuka dengan rakyat Papua akan diragukan banyak pihak, serta aksi-aksi penembakan tidak dapat dicegah lagi di Tanah Papua. Tim dialog dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, baik di Papua maupun di Jakarta, guna mengfasilitasi berbagai pertemuan dari berbagai kelompok dalam rangka menghasilkan suatu solusi strategis, antara lain, untuk mencegah terjadinya aksi-aksi penembakan di Tanah Papua,”ujaranya dalam siaran pers yang diterima  SP, Selasa (5/6) pagi. 

Seperti diketahui, sejak Januari hingga akhir Mei 2012, telah terjadi 17 kali aksi penembakan di Tanah Papua. Itu berarti, rata-rata tiga kali penembakan terjadi setiap bulan.   

Aksi-aksi penembakan ini akan mendapatkan sorotan internasional setelah seorang warga negara Jerman atas nama Pieter Dietmar Helmut (55) ditembak oleh oknum tak dikenal (OTK).  

Kasus ini akan mendapatkan perhatian, karena penembakannya terjadi bukan di kota yang hanya bisa dijangkau dengan pesawat kecil, bukan pula di kampung yang terpencil. 

Penembakan terjadi bukan di tengah hutan belantara, atau dicelah-celah gunung yang tinggi. Penembakan terhadap orang Jerman ini terjadi di dalam Kota Jayapura, ibukota Provinsi Papua, berjarak sekitar 400 meter dari sebuah kompleks Kepolisian.   

“Peristiwa ini merupakan penembakan orang asing yang pertama di Tanah Papua. Sepengetahuan saya, orang papua, dalam sejarahnya, tidak pernah membunuh orang barat di atas negeri luhurnya Papua. Maka pihak kepolisian ditantang untuk mengidentifikasi pelaku penembakan ini,” ujarnya. [154]

 

Sumber: http://www.suarapembaruan.com/home/presiden-sby-harus-segera-membentuk-tim-dialog-papua/20918

Scroll to Top