Presiden SBY Bungkam Soal Dialog Jakarta-Papua

Jayapura, 16/4 (Jubi) – Pastor Timotius Safire, OFM dari Sekertariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Papua bidang Animasi Untuk Fransiskan Di Tanah Papua, menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ada sikap pembiaran terkait belum terlaksananya dialog Jakart-Papua.

 

“Sebenarnya yang menjadi persoalan menyangkut dialog Jakarta-Papua sehingga sampai saat ini belum terlaksana adalah kebijakan pemerintah pusat. Kebijakan pemerintah pusat di Jakarta untuk mempertemukan kedua pihak yang menjadi persoalan,” kata Pastor Timoteus di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (16/4).

 

Untuk itu, dia mengharapkan mesti ada sikap positif daan serius dari pemerintah pusat di Jakarta untuk pelaksanaan dialog Jakarta-Papua. “Bisa saja muncul demo-demo berikutnya kalau dialog Jakarta-Papua belum terlaksana,” ungkapnya.

 

Menurutnya, selagi Presiden SBY menjabat kepala negara seharusnya mengambil sikap lebih bijaksana walaupun dialog Jakarta-Papua menyangkut perbedaan kepentingan antara Jakarta dan Papua. “Sejauh ini saya melihat SBY tidak punya komitmen dan ada sikap pembiaran terhadap dialog Jakarta-Papua. Sebab itu, Presiden mesti bijaksana soal harapan dari masyarakat Papua untuk dilaksanakannya dialog,” ujarnya.

 

Menjelang berakhirnya periode SBY sebagai Presiden, dia mengharapkan adanya kebijakan baru terutama mendorong terlaksananya dialog Jakarta-Papua. “Harap ada perubahan kebijakan demi terlaksananya dialog Jakarta-Papua,” ujarnya.

 

Pastor Neles Tebay, penggagas dialog Jakarta-Papua dari Jaringan Damai Papua (JDP) meminta dukungan dari seluruh masyarakat Papua di berbagai elemen untuk mengingatkan Presiden RI yang baru di masa mendatang terkait dialog Jakarta-Papua. “Menjelang Pilpres 2014 ini, diharapkan ada dorongan dari seluruh lapisan masyarakat Papua melalui sumbangan pendapat dan masukan moril terkait dialog damai ini,” katanya. (Carol/Jubi)

 

Sumber:http://tabloidjubi.com/2013/04/16/presiden-sby-bungkam-soal-dialog-jakarta-papua/

Scroll to Top