Posisi JDP Netral, Hanya Fasilitator

Yogyakarta, MAJALAH SELANGKAH — Marko Oktovianus Pekey, mahasiswa pascasarjana rekonsiliasi konflik di UGM yang juga anggota Jaringan Damai Papua (JDP) kepada majalahselangkah.com mempertegas posisi JDP. Hal ini, kata Pekey, karena banyak pihak yang salah memahami posisi JDP yang sebenarnya.

 

JDP bukan Aktor, tetapi fasilisator. Aktornya masalah di Papua secara umum ada dua, yakni Pemerintah Pusat di Jakarta (Indonesia) dan rakyat Papua (dalam wadah-wadah perjuangan Kemerdekaan Papua), karena masalah ideologi, jelas Pekey.

 

Posisi JDP netral, tidak memihak Papua Merdeka atau RI. “JDP sebagai fasilitator, maka Posisi JDP netral, tidak memihak Papua dan tidak memihak Indonesia,” jelas Pekey lagi.

Sebagai wadah yang netral, kata Pekey, JDP mengembangkan jaringan kerja dengan siapa saja atau dengan pihak mana saja, entah OAP, bukan OAP, luar Papua (Indonesia), dan masyarakat di luar negeri yang beritikad baik dan simpati serta mendukung bahwa masalah, sengketa, konflik dimana pun dan kapan saja harus diselesaikan melalui jalur damai dan bermartabat, bukan dengan cara paksa dan kekerasan.

Selama ini, kata Pekey, senada dengan inti buku Dialog Jakarta Papua karangan Neles Tebay, ketua JDP, mengatakan, rakyat Papua kebanyakan akan tetap bersuara Papua Merdeka. Juga, pemerintah akan tetap bersuara Jaga Kedaulatan Negara, NKRI harga mati.

 

Kedua belah pihak berjuang untuk tujuannya masing-masing, mati-matian, dengan cara mereka masing-masing, sehingga justru rakyat Papua tidak hidup dalam suasana damai, karena cara-cara dua kubu membuat hidup rakyat Papua tidak dalam suasana damai.

 

Sebagai Fasilitator JDP hanya berusaha mempertemukan kedua belah pihak (Papua dan Pemerintah RI) yang berseberangan paham atau ideologi untuk bertemu dan duduk bicara, temukan apa masalah dasarnya, dan dicarikan solusi dengan negosiasi antar dua kubu melalui perwakilan dua kubu itu untuk jalan keluar yang dicarikan bersama dengan menjunjung tinggi nilai kebenaran, dan dengan suasana damai.

 

Dengan demikian, kata Pekey, mata rantai KonflikPapua-Jakarta bisa diputuskan melalui solusi terakhir yang diputuskan bersama melalui proses negosiasi antara juru runding Papua Merdeka dengan juru runding Indoensia Harga Mati di meja perundingan melalui dialog.(Topilus B. Tebai/MS)

 

Sumber:http://majalahselangkah.com/content/posisi-jdp-netral-hanya-fasilitator

Scroll to Top