Pimpinan TPN-OPM Wilayah Perbatasan Pilih Jalan Dialog

Jayapura – Pimpinan Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) wilayah perbatasan RI-Papua Nugini, Lambert Peukikir, memutuskan untukl ke luar hutan. Lambert tidak akan melakukan perjuangan melalui jalan kekerasan, tetapi dengan jalan damai dan dialog. Hal itu disampaikannya kepada wartawan Suara Pembaruan di Jayapura melalui perbincangan via telepon, Selasa (26/11).

 

Dia mengaku telah bertemu pejabat tinggi keamanan di Papua. “Saya sudah bertemu mereka,” kata Lambert yang bersedia menyebutkan nama pejabat tersebut, tetapi meminta agar tak ditulis.

 

Meski demikian, dia menegaskan akan kembali ke hutan apabila nanti ada hal-hal yang tidak berkenan saat melakukan dialog dengan Pemerintah Indonesia.

 

Saat ditanya tentang peringatan 1 Desember yang diklaim sebagai Hari Kemerdekaan Papua, Lambert menyatakan pihaknya hanya melakukan doa bersama para pengikutnya.

 

Secara terpisah, Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Bernard Kamuki Ramandey mengatakan secara politik orang Papua menganggap 1 Desember sebagai hari kemerdekaan. “Sebelum 1 Desember, negara berkewajiban melakukan pendekatan politik, terutama kepada TPN-OPM, dewan adat, dan sebagainya. Kalaupun ada perayaan itu, harus direspons sebagai partisipasi politik,” ujarnya.

 

Disinggung keluarnya Lambert Peukikir dari hutan, Frits yang mengaku bertemu Lambert beberapa waktu lalu, mengapresiasi perubahan pola perjuangan yang tidak lagi menggunakan kekerasan. “Lambert mengubah perjuangannnya dengan dialog. Karena itu, peran rekonsiliasi yang diambil Lambert harus direspons pemerintah dengan baik,” katanya.

 

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Pol Tito Karnavian mengharapkan pada 1 Desember mendatang semua pihak tetap menjaga situasi yang kondusif di Papua. “Pihak kita, juga TNI dan pemerintah daerah, terus melakukan pendekatan persuasif kepada semua pihak, termasuk saudara-saudara kita yang berbeda pendapat. Mudah-mudan semua berjalan aman seperti pada tahun sebelumnya,” ujarnya.

 

Sumber:http://www.beritasatu.com/nasional/152061-pimpinan-tpnopm-wilayah-perbatasan-pilih-jalan-dialog.html

Scroll to Top