pertemuankeenam

Perlunya Sinergitas dalam Membangun Papua

pertemuankeenamDok: Jaringan Damai Papua (JDP)PUSPEN TNI (17/2),- Wakil Kepala Badan Intelijen Strategis (Wakabais) TNI Marsekal Muda (Marsda) TNI Amarullah mewakili Panglima TNImenjadi salah satu pembicara/narasumber dalam pertemuan eksploratif untuk membangun common grounddalam mendukung proses perdamaian di Papua yang diselenggarakan Tim Kajian Papua Pusat Penelitian Politik (P2 Politik) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Jaringan Damai Papua (JDP) bertempat di Ruang Jasmine I, Inter Continental, Mid Plaza, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 10-11 Jakarta, Selasa (17/2/2015) dengan sub tema â€œRencana Aksi Bidang Politik dan Keamanan dalam Tema Besar Rencana Aksi Membangun Papua Damai”.

 

Dalam forum tersebutWakabais TNI mengatakan, dalam menangani dan membangun Papua perlu menekankan adanyakoordinasi antar instansi Kementerian/Lembaga dalam mendukung pelaksanaan Inpres No. 5 Tahun 2007, karena hal itu belum berjalan optimal serta perlunya keterpaduan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan antara pusat dan daerah dalam mendukung implementasi Otsus dan Inpres No. 5 Tahun 2007karena dipandang masih belum terpadu. Oleh karenanya aksi yang akan ditempuh dalam menangani dan membangun Papua adalah dalam bidang politik, yaitu perlunya  kerja sama semua instansi pemerintah yang terkait dan memperkuat upaya diplomasi untuk meminimalisir campur tangan asing.  Dan dalam bidang keamanan adalah melakukan perubahan konstruktif dalam taktik dan strategi pengamanan serta memanfaatkan operasi keamanan yang sudah dan akan dijalankan sekaligus menjadi operasi kesejahteraan.

 

Dalam upaya membantu Pemerintah Indonesia untuk membangun Papua damai, pertemuan eksploratif keenam tersebut dimaksudkan juga untuk mengajak para pemangku kepentingan untuk merumuskan secara bersama-sama mengenai rencana aksi di setiap bidang atau klaster (Polkam, Hukum dan HAM, Sosial-Ekonomi dan Sosial Budaya) yang harus dilaksanakan, sehingga perbaikan kondisi Papua dapat dicapai secara optimal.  Adapun tujuan pertemuan eksploratifkeenam tersebut adalah Pertama, untuk mendiskusikan sejumlah rencana aksi penyelesaian konflik Papua dalam bidang sosial politik, hukum dan HAM, sosial budaya dan sosial ekonomi.  Kedua, memperoleh masukan  dari lembaga-lembaga pemerintah dan masyarakat terkait rencana aksi penyelesaian konflik Papua. Ketiga, merumuskan rencana aksi tersebut dan mengusulkan kepada lembaga pemerintah yang terkait.

 

Pertemuan ini adalah pertemuan yang keenam yang diselenggarakan dari tanggal 15-18 Februari 2015.  Pertemuan sebelumnya yang pernah diselenggarakan adalah di Jimbaran, Bali (Februari 2013), Manado (April 2013), Lombok (Agustus 2013), Yogyakarta (Januari 2014) dan Semarang (September 2014). Seluruh hasil pertemuan di lima kota tersebut telah dirangkum dan dirumuskan dalam bentuk kertas kebijakan (policy paper) dengan tujuan untuk membantu arah kebijakan Papua ke depan dan selanjutnya kertas kebijakan (policy paper) ini telah diserahkan kepada Presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Sekretaris Kabinet.

 

Acara yang dipandu oleh Mayjen TNI (Purn) Sudrajat ini diikuti oleh Kementerian dan Lembaga, DPR RI, Pemda Papua dan Papua Barat, DPR Papua dan Papua Barat, MRP (Provinsi Papua dan Papua Barat), Komnas HAM, Komnas Perempuan, Akademisi, LSM dan tokoh masyarakat adat.

 

Sumber: http://www.tni.mil.id/view-72152-perlunya-sinergitas-dalam-membangun-papua.html

Scroll to Top