Perlu Penanganan Khusus untuk Mengatasi Masalah Papua

Jakarta – Dekan FISIP Universitas Indonesia (UI) Bambang Shergi Laksmono mengatakan penerapan otonomi khusus Papua membutuhkan kerja profesional dan cara khusus. Hal itu diperlukan untuk mewujudkan arah pembangunan provinsi di ujung timur itu menjadi lebih baik.

 

“Kami semua berkomitmen untuk mendorong dialog yang berkualitas dalam menjalin komunikasi antara Papua dan Jakarta dalam mewujudkan hal tersebut,” ucap Bambang Shergi Laksmono dalam siaran persnya, Rabu (15/5/2013).

 

Bambang menambahkan, Papua memiliki masalah yang kompleks dari berbagai aspek. Mulai dari kesetaraan, pemerintahan, hak asasi manusia dan pembangunan yang belum selesai sejak terintegrasi dengan Indonesia 50 tahun lalu. Untuk itu, penanganan berbagai masalah yang terjadi di Papua harus ditangani secara khusus.

 

“Termasuk pelaksanaan otonomi khusus, harus diselesaikan berdasarkan kacamata orang Papua, dengan prinsip kearifan dan kebaikan,” kata pria yang juga menjabat Direktur Eksekutif Papua Center.

 

Bambang berharap 50 tahun mendatang, pembangunan di Papua dapat lebih maju dan rakyatnya lebih sejahtera dalam integrasinya dengan Indonesia.

 

“Momentum ini sangat penting untuk dijadikan referensi untuk meneguhkan komitmen pengabdian Indonesia bagi kesejahteraan masyarakat Papua,” pungkasnya.

 

Sumber:http://news.detik.com/read/2013/05/16/060516/2247315/10/perlu-penanganan-khusus-untuk-mengatasi-masalah-papua?9922022

Scroll to Top