Penyelesaian Masalah Papua Masih Sisakan Kendala

Jakarta – Hasil Penelitian LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang dibukukan dengan judulPapua Road Map: Negotiating the Past, Improving the Present And Securing the Future, pada 2009, masih menyisahkan kendala dalam proses penyelesaiannya.


Mufti Makaarim, Direktur Eksekutif Institute for Defence Security and Peace Studies (IDSPS), dalam diskusi “Quo Vadis 2 Tahun Perjalanan Peta Jalan Damai (Road Map) Papua,” Kamis (22/3), mengungkapkan, dalam penyelesaian konflik tersebut ada empat kunci sebagai langkah dalam proses perdamaian.
 
Keempat kunci tersebut, menurut Mufti, adalah rekognisi untuk pemberdayaan orang asli Papua, paradigma baru pemberdayaan yang berfokus pada perbaikan layanan publik, dialog seperti yang sudah dilakukan di Aceh serta rekonsiliasi, di antara pengadilan Hak Asasi Manusia, dan pengungkapan kebenaran. 
 
Namun, katanya, keempat kunci itu berbenturan dengan fakta di lapangan. Dalam sektor pendidikan, misalnya, anggaran yang sudah dialokasikan sebesar 20 persen, hanya 4,9 persen yang bisa dimaksimalkan. Sedangkan dalam sektor kesehatan, kasus HIV/AIDS justru menigkat.
 
“Setelah otonomi khusus, kasus HIV/AIDS kok meningkat? Padahal dana yang dialokasikan terbilang besar dan bisa dipakai untuk kampanye HIV/AIDS,” Mufti menjelaskan.
 
Setelah ditelusuri, ternyata alokasi dana ini tidak semuanya dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat lokal, melainkan masuk ke dalam rekening pemerintah daerah setempat. “Ternyata sepertiga dana otonomi kusus tidak lari ke pembangunan, tetapi lari ke rekening pemerintah, deposito, dan lainnya,” ungkap Mufti.
 
“Infrastruktur sudah kuat, rezim juga sudah bagus, tetapi yang terjadi adalah penyelewengan yang justru dilakukan oleh pemerintah daerah setempat,” lanjut Mufti.
 
Sedangkan untuk buku yang dikeluarkan oleh LIPI tersebut, Mufti berkomentar bahwa LIPI telah mekakukan terobosan yang orisinil dan moderat, sebab mampu mengakomodir stekholder Jakarta dan Stekholder Papua, serta suatu antitesa terhadap kelompok internasional yang pro terhadap kemerdekaan Papua. [WFz]


sumber: http://www.gatra.com/nasional-cp/1-nasional/10441-penyelesaian-masalah-papua-masih-sisakan-kendala

 


Scroll to Top