Penyelesaian Konflik Aceh Beda Papua

JAYAPURA—Pernyataan  Anggota  DPD RI  Drs  Paulus  Sumino untuk  mempersiapkan  rencana Dialog  Jakarta-Papua, semua  stake-holders  (pemanggu kepentingan) harus  mulai merumuskan  konsep   dialog  yang bisa diterima semua pihak, agar  konflik Papua  bisa  segera  tuntas  seperti Aceh, ditolak Anggota Komisi A  DPRP  Yohanes  Sumarto ketika  dikonfirmasi Bintang  Papua  diruang keranya,  Sabtu (7/9).

Tokoh  Partai  Gerindra Papua ini mengemukakan,   Dialog  Jakarta- -Papua  meskipun tujuannya   sama dengan  penyelesaian konflik  yang  terjadi  di Aceh, namun  situasinya sangat berbeda.  Pasalnya,  pimpinan  Gerakan  Aceh  Merdeka (GAM) sangat jelas orangnya dan pengaruhnya.  Sedangkan pimpinan  pro merdeka  di  Papua  ini  terdiri   dari  banyak  orang.

Dia  mengatakan, Dialog  Jakarta- -Papua  mesti dimulai  dari tingkatan  masyarakat  yang  paling  rendah. Selanjutnya,  saat ini  diperlukan adalah inventarisir  tokoh-tokoh  yang kurang puas  dan selalu  mengkritisi  segala  kebijakan  NKRI. Dari inventaris  tokoh-tokoh  ini dicari  tokoh-tokoh  NKRI  yang  mempunyai  kemampuan   pendekatan baik  dari segi  keluarga, agama, kepentingan dan hubungan emosional. Selain  itu, kata dia, Dialog Jakarta-Papua  seyogyanyalah dimulai   dari tahap-tahap sebagai berikut. Tahap pertama, konsolidasi  dengan  pemerintah untuk memperkuat  kesadaran nasional bagi pejabat pemerintah, anggota DPRP, anggota  DPRD, PNS dan lain-lain. Tahap kedua,  konsolidasi  dengan  tokoh agama. 

 

Banyak  tokoh-tokoh agama di   Papua yang  mengkritisi  penyelesaian   konflik   Papua  secara benar  tapi ada  pula  mengkritisi  dengan  dasar  yang tak jelas. Tahap ketiga, konsolidasi  dengan  tokoh tokoh  adat. Pemerintah  membina  tokoh tokoh adat  tentang  kesadaran nasional,  tapi pada beberapa decade ini pembinaan  ini tak  pernah dilakukan sehingga  banyak  tokoh-tokoh adat  bingung  bahkan  ikut gerakan  yang merugikan pemerintah. Tahap keempat, konsolidasi dengan  generasi mudah.  Gerakan  yang menuntut   kemerdekaan bangsa  Papua  Barat  akhir-akhir   ini sebagian  besar masih mengikuti pendidikan. (mdc/don/l03)

 

Sumber: http://bintangpapua.com/headline/26341-penyelesaian-konflik-aceh-beda-papua

Scroll to Top