Penanganan Konflik di Papua Jangan Hanya Sekadar Retorika

Kamis, 21 Juni 2012 10:21 wib

JAKARTA – Sejumlah pejabat, seperti Menko Polhukam, Panglima TNI, Kapolri, serta Kepala BIN, telah melakukan pertemuan dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat Papua untuk meredam konflik di Bumi Cendrawasih itu.

 

Pertemuan itu telah menghasilkan lima butir kesepakatan. Namun, anehnya sampai saat ini, konflik di Papua tak kunjung mereda. Lalu apakah langkah pemerintah saat ini salah dalam menangani konflik tersebut?

 

Berikut petikan wawancara Okezone dengan Koordinator Institut Titian Perdamaian, Ichsan Malik.

 

Mengapa hingga saat ini konflik di Papua belum kunjung mereda, padahal pejabat pemerintahan telah berkunjung ke Papua?
 
Pemerintah dalam memberikan konsep kerusuhan dan konflik itu salah total. Mereka orang Papua melihatnya harus dengan kacamata kerusuhan sosial karena kekerasan menyebar cepat. Konsep konflik yang tidak terselesaikan ini punya sejarah ketidakadilan kemudian konflik {infalteble}. Semua level terlibat dalam konflik di Papua dari orang muda sampai orang tua. Menyelesaikan demonstrasi tak sama dengan konflik sosial.

 
Apakah dengan lima butir kesepakatan tak cukup?
 
Kalau buat saya harus, dalam kontek di sini sudah harus kemauan politik Papua, mutlak Presiden dan Wakil Presiden terlibat. keterlibatan Presiden dan Wakil Presiden, tidak sekedar basa basi seperti sekarang atau hanya retorika

 
Banyak yang mengatakan bahwa konflik Papua lantaran kesejahteraan yang timpang?
 
Menurut saya memang kesejahteraan menjadi faktor utama. Agenda utama bagaimana tidak ada perang suku. Kedua, bagaimana kesejahteran pendidikan, kesehatan di level akar rumput. Dalam dialog seluruh kasus pelanggaran HAM yang dulu harus didorong diselesaikan. Satu hal lagi membentuk Pemerintahan Daerah yang kuat.

 

Bagaimana cara untuk memperkuat Pemerintah Daerah di Papua?
 
SBY dan Boediono harus fokus memperhatikan ke sana (Papua). Dialog pertemuan bimbingan teknis fokus dan intensif. Kemauan politik  harus ada dan dibentuk tim mendukung Pemda di daerah sana.

(crl)

Scroll to Top