Pemerintah Dinilai Perlu Mendorong Pradialog Untuk Papua

Jakarta ( Berita) :  Pemerintah perlu mendorong upaya pradialog untuk mengatasi konflik di Papua karena upaya tersebut diharapkan dapat membawa solusi damai dan bermartabat bagi Papua, kata anggota Komisi I DPR TB. Hasanuddin.

 

“Yang perlu didorong untuk penyelesaian masalah Papua adalah upaya pradialog, dengan menarik senjata dan menghentikan operasi militer karena operasi militer tidak menyelesaikan masalah,” kata Hasanuddin dalam peluncuran buku Angkat Pena Demi Dialog Papua di Jakarta, Selasa [29/05].

 

Dia mengatakan, konflik yang melanda tanah Papua selama ini harus dilihat sebagai persoalan negara yang memerlukan penyelesaian dan pertanggungjawaban dari semua pihak seperti pemerintah, DPR, Polri, TNI, dan masyarakat non-Papua.

 

Hasanuddin menilai Papua dilanda oleh empat masalah besar yaitu perbedaan persepsi masalah integrasi, kegagalan pembangunan di bidang ekonomi, kesejahteraan rakyat dan pendidikan, marjinalisasi terhadap masyarakat Papua, serta trauma keberlanjutan terhadap masalah hak asasi manusia (HAM).

 

Oleh karena itu, tambahnya, kekerasan yang terjadi di Papua harus segera diakhiri dan dilakukan pendekatan konkret dari pemerintah pusat.

 

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden untuk Damai Papua Farid Husain mengatakan bahwa perdamaian adalah satu-satunya solusi akhir yang dapat mengakhiri konflik.

 

“Upaya untuk mencapai suatu perdamaian harus diawali dengan  mendudukkan kedua belah pihak yang terlibat konflik untuk berdialog dan mencapai kompromi. Setiap kompromi pasti memerlukan pengorbanan,” kata Farid Husain.

 

Farid menegaskan bahwa penyelesaian konflik melalui kekerasan hanya akan menimbulkan masalah baru yang lebih besar. Oleh karena itu,  dialog merupakan cara terbaik untuk mewujudkan perdamaian di tanah Papua.

 

“Kalaupun konflik selesai karena kekerasan, penghentian itu hanya semu. Layaknya api dalam sekam yang dengan mudah akan meledak lagi,” tegasnya.

 

Buku Angkat Pena Demi Dialog Papua merupakan kumpulan artikel opini tentang Dialog Jakarta-Papua yang ditulis oleh Neles Kebadabi Tebay, seorang pastor diosesan asal Papua.

 

Romo Neles Tebay mengatakan bahwa dialog tidak bisa dilakukan dalam semalam, namun secara bertahap dan berkesinambungan. “Tujuannya tidak lain adalah untuk menciptakan keadilan, kesejahteraan, dan relasi beradab antara semua pihak supaya Papua menjadi tanah damai,” katanya.  (ant )

 

 

http://beritasore.com/2012/05/29/pemerintah-dinilai-perlu-mendorong-pradialog-untuk-papua/

Scroll to Top