Pemerintah Bisa Selesaikan Konflik Papua dengan Mencontoh Aceh

 

JAKARTA – Konflik yang terjadi di Papua tidak akan selesai jika pemerintah tak kunjung serius menanganinya. Koordinator Institut Titian Perdamaian Ichsan Malik  berharap agar pemerintah dapat menyelesaikan konflik berkepanjangan di Papua  sama seperti penyelesaian konflik yang dulu pernah terjadi di Aceh. 

“Dialog tuntas jika semua pihak duduk, ambil kesepakan bersama sama dengan Aceh. GAM waktu itu meminta merdeka, kemudian diambil win-win solution,” kata Ichsan, saat berbincang dengan Okezone, Jumat (8/6/2012).

Di Aceh kemudian ditetapkan dengan hukum Syariah dimana defisini kuno di Aceh sudah merdeka namun tetap bagian dari NKRI. Di Skandinavia modelnya seperti itu sudah banyak diterapkan. 

“Baiknya pemerintah melakukan penyelesaian sama dengan model Aceh. Itu bisa dirundingkan duduk, dari semua level jangan elit, saja. Duduk baru luruskan sejarah, pembagian kue, centeng siapa dan dimana. Yang begini-begini engak ada di otak pemerintahan pusat,” imbuhnya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah penembakan misterius terjadi di Jayapura sejak sepekan terakhir. Korban pertama merupakan turis asing asal Jerman yang tengah berlibur. Kemudian penembakan kembali terjadi dan melukai seorang pelajar SMA. Penembakan berlanjut di dua lokasi berbeda di hari yang sama dengan melukai dua warga sipil dan seorang personel TNI. Terakhir, seorang PNS yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai tukang ojek juga menjadi korban penembakan misterius.

Wakapolda Papua, Brigjen Pol Paulus Waterpauw, mengatakan tim Reserse dan Kriminal Polda Papua menangkap Buchtar saat sedang menuju rumahnya di Wamena Abepura, usai melakukan pertemuan di Jayapura. Selain Buchtar, petugas juga menangkap dua pimpinan organisasi garis keras itu, yakni Riber Weya dan Hengki Olaua.

Scroll to Top