NT

Peluncuran Buku “Angkat Pena Demi Dialog Papua”

NTGagasan tentang Dialog Jakarta-Papua sudah muncul sejak tahun 2000, yang kemudian oleh Pater Neles Tebay, Pr. ditulis, baik dalam bentuk buku kecil, maupun tulisan di berbagai media cetak,  juga dalam sekian banyak materi ceramah, diskusi yang disampaikan di berbagai kesempatan, di Papua, Jakarta dan di beberapa daerah lainnya di Indonesia bahkan dalam pertemuan-pertemuan Internasional. Buku, tulisan dan diskusi-diskusi tersebut sudah tersebar luas di berbagai jaringan, dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

Dari sekian banyak tulisan yang ada, sebagian sudah terbit dalam bunga rampai di berbagai buku di dalam dan di luar negeri. Tetapi khusus untuk tulisan di media cetak diupayakan untuk dicetak ulang dalam bentuk sebuah buku yang berisi 54 buah tulisan, dari tahun 2001-2011 (10 tahun). Maksudnya supaya semakin banyak orang mendapatkan kumpulan tulisan tersebut dengan mudah dan membacanya sehingga memahami dengan (lebih) baik dan tepat apa yang dimaksudkan oleh Pater Neles Tebay tentang Dialog Jakarta-Papua yang dikedepankan dan diperjuangkan bersama dengan sahabat-sahabatnya selama ini.

Dengan demikian sudah banyak orang yang membaca, mendengar dan berbincang-bincang tentang gagasan dialog Jakata-Papua, di berbagai tempat dan dalam berbagai komponen masyarakat: Pemerintah, Perguruan Tinggi, Komunitas dan Pimpinan Agama-agama, serta kelompok Masyarakat Sipil yang lebih luas. Mulai dari  lingkungan terbatas sampai lingkungan terbuka di berbagai kalangan warga masyarakat Papua sampai dengan pemerintah di Jakarta, bahkan dengan Menkopolhukam, Wakil Presiden Boediyono dan Presiden Soesilo Bambang Yudoyono.

Pada prinsipnya semua mendukung gagasan ini, sekalipun dalam beberapa hal ada faktor yang berbeda. Karena itu perlu dibicarakan secara terbuka dan bersama-sama bahkan dengan public lebih luas, di mana semua unsur terlibat untuk mempertajam apa yang dimaksudkan dengan Dialog, apa maknanya dalam kehidupan berbangsa, dalam hal ini terutama yang terkait dengan konteks persoalan Papua; apa yang diharapkan dan karena itu juga, apa yang penting dan perlu dilakukan. Dengan demikian Dialog Damai yang dimaksudkan dapat diwujudnyatakan secara bersama-sama sesuai dengan hasil-hasil dialog, janji dan harapan semua pihak. Hanya dengan Dialog, semua mimpi yang baik, harapan yang positif dan menjanjikan bagi masyarakat Papua bahkan Indonesia seutuhnya akan tercapai, yaitu Papua Tanah Damai, Indonesia adalah bangsa yang adil dan beradab. Ke arah itulah, peluncuran buku ini dilakukan.

Diskusi buku ini bertujuan selain upaya mempertajam pemahaman bersama tentang Dialog Jakarta-Papua, juga bersama-sama ingin menemukan hal-hal penting yang diperlukan untuk menindaklanjuti janji dan harapan untuk Dialog Jakarta-Papua. Di samping itu juga upaya untuk meraih dukungan seluas-luasnya dari bebagai kalangan untuk merealisaikan terlaksananya Dialog Jakarta-Papua.

Untuk kepentingan itulah Peluncuran dan Diskusi Buku “Angkat Pena demi Dialog Papua” digelar. Kegiatan dilaksanakan atas kerjsama Institut Dialog Antariman di Indonesia (Institut DIAN/Interfidei) bersama-sama dengan Wahid Institut, Ma’arif Institut, Aliansi Nasional Bhinekka Tunggal Ika (ANBTI), Jaringan Antariman Indonesia (JAI), DEMOS.

Kegiatan ini berbentuk Seminar sehari dengan 3 (tiga) sesi:
1.Pemerintah (Albert Hasibuan, Farid Husein, Tugabus Hasanuddin). Moderator: Bornelius Purba
2. Akademisi (Tamrin Amal Tomagola), Masyarakat Sipil (Ahmad Suaedy), Jurnalis (Tri Agung Kristanto). Moderator: Rahimah Abdulrahim
3. Agama-Agama (Frans Magnis Suseno, AA. Yewangoe, Azyumardi Azra): Daniel Dhakidae

 

 

http://www.wahidinstitute.org/Agenda/Detail/?id=437/hl=id/PELUNCURAN_BUKU_ANGKAT_PENA_DEMI_DIALOG_PAPUA

Scroll to Top