aaaaaaass

Pelatihan Resolusi Konflik SDP Membangun Nilai-Nilai Demokrasi

aaaaaaassPares Wenda dari Jaringan Damai Papua, saat memberikan materi pada pelatihan Resolusi Konflik yang di gagas Sekolah Demokrasi Papua di Hotel Sentani Indah (Foto:Doc:JDP)Sentani, 13/9 (Jubi) Pelatihan Resolusi Konflik kepada 32 orang peserta yang digagas Sekolah Demokrasi Papua (SDP) adalah untuk melengkapi wawasan peserta sebagai aktor perubahan dan untuk membangun nilai-nilai demokrasi di masyarakat, setelah kembali kepada konstituennya masing-masing.

 

Hal ini disampaikan Roberth Kromsian selaku Fasilitator Penyelenggara Kegiatan, sekaligus menjelaskan, acara yang digagas Sekolah Demokrasi Papua bekerja sama AFP3 Papua, Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID) Jakarta & Parnership Indonesia, dengan tempat pelaksanaan di Hotel Sentani Indah Kabupaten Jayapura.

 

“Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 12 – 14 September ini, bertujuan dari kegiatan yang diikuti 32 peserta ini adalah untuk melengkapi wawasan peserta sekolah Demokrasi Papua sebagai Aktor Perubahan, dalam mengimplementasikan nilai-nilai Demokrasi di masyarakat, setelah kembali kepada konstituennya masing-masing, sedangkan nara sumber kita datangkan Pares Wenda  dari Jaringan Damai Papua(JDP),” kata Roberth ke tabloidjubi.com, melalui pesan emailnya ke Timika, Jumat (13/9).

 

Dirinya menjelaskan, dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah maupun di kantor, konflik selalu saja ada dan konflik merupakan bagian dari hidup. Konflik yang  tidak terselesaikan tentunya akan berdampak yang tidak baik. Bahkan, di Indonesia ada banyak konflik baik antar suku atau agama sekalipun.

 

“Sehingga, bagaimana dalam mengatasi konflik terlebih dahulu akan dijelaskan apakah konflik itu?, yakni  Konflik adalah sebuah ketidaksepahaman antara dua orang/pihak yang menganggu produktifitas efesiensi dan hasil kerja. Itu jika diartikan dalam lingkup pekerjaan tapi dalam pergaulan sehari-hari, konflik adalah sebuah ketidaksepahaman antara dua orang/pihak yang menganggu kehidupan sehari-hari,” katanya.

 

Sedangkan Resolusi Konflik, katanya, adalah sebuah proses untuk mencapai solusi sebuah konflik. “Respon dari peserta cukup antuisias pada pelatihan angkatan ketiga ini, sehingga kami tetap berharap kegiatan terlaksana dengan baik hingga berakhir dengan pesan materi yang terima dapat bermanfaat untuk membangun nilai – nilai demokrasi di Tanah Papua,” tandasnya.

 

Sementara itu, Penanggungjawab Umum Sekolah Demokrasi Papua, Yohan Wally, menjelaskan untuk menjadi peserta pihaknya merekrut melalui proses seleksi dengan melihat 4 (empat) pilar, yakni dunia usaha (kalangan pengusaha), Masyarakat Sipil b (organisasi masyarakat), Birokraksi Pemerintahan (pegawai negeri sipil) serta Praktisi Partai (partai politik).

 

“Tentunya ada materi – materi yang diberikan selama pelatihan ini, dalam hal ini kita bisa melihat prinsip-prinsip dasar dalam resolusi konflik, yakni focus pada situasi, isu, tingkah laku, menjaga kepercayaan dir idan menghargai orang lain serta menjaga hubungan yang konstruktif,” tutur Yohan Wally.

 

Dirinya menambahkan, juga dalam pelatihan ini, kita mengajak peserta untuk berinisiatif membuat sesuatu lebih baik. Pimpin dengan member contoh dan berpikir kedepan.

 

“Prinsip dasar diatas dilakukan dalam mencari resolusi konflik, namun ada prinsip dasar yang lain yaitu: Berpikir sebelum berreaksi, mendengarkan dengan aktif, jamin proses adil, bidik masalah, terima tanggungjawab, gunakan komunikasi langsung, memahami kepentingan, focus masa depan dan pilih yang saling menguntungkan,” ucapnya.

 

Dikatakan, dalam sebuah konflik jika tidak dapat diselesaikan akan menimbulkan dampak  yang  sangat merugikan apalagi konflik tersebut sudah dalam skala yang besar seperti perangsuku, kerusuhan antar Suku Agama Ras dan  Antar golongan.

“Kami berharap peserta dapat serius mengikuti kegiatan, sehingga apa yang didapat dan diterima selama kegiatan dapat berguna kelak ketika kembali kedalam lingkungan dimana dirinya berinteraksi sosial,” harapnya. (Jubi/Eveerth)

 

Sumber:http://tabloidjubi.com/2013/09/13/pelatihan-resolusi-konflik-sdp-membangun-nilai-nilai-demokrasi/

Scroll to Top