anum

Pegiat Papua Latifah Anum Siregar Terima Penghargaan HAM Korsel

anumAnum L. Siregar, MH (Dok. JDP)[JAYAPURA] Latifah Anum Siregar, pegiat atau aktivis dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Aliansi Demokrasi untuk Papua (AlDP) akan menerima penghargaan hak asasi manusia dari “The Gwangju Human Rigths Award 2015” yang berkedudukan di Korea Selatan.

 

Mengenai kabar bahwa dirinya bakal menerima penghargaan dari The Gwangju Human Rigths Award yang dimulai sejak 2000 itu, Anum, sapaan akrab Latifah Anum Siregar mengaku dirinya semula tidak tahu informasi tersebut.

 

Namun, setelah rekan sesama aktivis LSM yakni Peongky Indarti dari Imparsial dan Nino Viartasiwi, mahasiswi S3 di Jepang, meyakinkan hal tersebut pada pekan lalu.

 

“Iya, saya ditelepon penyelenggara untuk menerima penghargaan dari The Gwangju Human Rigths Award tahun 2015 itu pada 18 Mei,” kata Latifah Anum Siregar yang merupakan direkur AlDP itu di Jayapura, Papua, Rabu.

 

“Semula, saya tidak tahu karena Nino Viartasiwi yang mahasiswa S3 Indonesia di Jepang dan Poengky Indarti dari Imparsial, yang memberitahu,” ujar pengacara kawakan yang baru meraih gelar MH dari Universitas Cenderawasih Jayapura pada 2014 itu.

 

Akhirnya, dirinya pun mendapat telepon langsung. “Yang menelepon dari volenter mereka dan terus dia memberi penjelasan panjang lebar. Saya tidak percaya, ah ini serius? Dia bilang, iya bu serius,” ucapnya, menirukan pernyataan volunter dari The Gwangju Human Rigths Award.

 

Rencananya, Kamis (14/5), ia akan segera berangkat ke Korea Selatan guna menghadiri dan menerima penghargaan yang pernah diberikan kepada Xanana Gusmao, pejuang HAM dan presiden pertama Timor Leste pada 2000 dan Aung San Suu Kyi, pejuang demokrasi dan kebebasan berbicara dan pemimpin oposisi Myanmar pada 2004.

 

“Saya rencana berangkat pada 14 Mei 2015, karena penerimaan award-nya pada 18 Mei 2015,” tutur perempuan kelahiran Jayapura 28 September 1968 itu.

Ia mengatakan keberangkatannya ke Korea Selatan itu telah diurus oleh pihak penyelenggara, mulai dari paspor, visa dan hal lainnya. “Jadi sudah mereka langsung urus tiket, visa, dan semuanya langsung diurus,” tukasnya.

 

Anak dari pasangan almarhum Amir Siregar dan almarhumah Yohana Latuperisa itu terkenal vokal untuk menyuarakan ketidakadilan yang terjadi di provinsi paling timur Indonesia itu.

 

Berbagai kasus politik atau makar pernah ia tangani sendiri maupun secara berkelompok, seperti kasus Almarhum Theys Hiyo Eluay, salah satu tokoh Papua merdeka yang didakwa makar dan berhasil bebas dari tuntutannya.

 

Lalu, kasus terkini yaitu Areki Wanimbo yang diberitakan dan dituduh membantu dua wartawan Perancis untuk meliput kegiatan separatis atau yang berseberangan dengan pemerintah di Tiom, Lanny Jaya. Wanimbo ditangkap di Wamena dan diadili hingga mendapat putusan bebas.

 

Tidak hanya itu, Anum dan kawan-kawan juga mendampingi tujuh warga sipil Wamena yang dituduh membobol gudang senjata Kodim 1710 Wamena pada 2003.

 

Dua orang diantaranya meninggal saat menjalani hukuman 20 tahun penjara dan seumur hidup, sementara lima orang lainnya yang menerima grasi dari Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Lapas Abepura pada pekan lalu. [Ant/N-6]

 

Sumber: http://sp.beritasatu.com/nasional/pegiat-papua-latifah-anum-siregar-terima-penghargaan-ham-korsel/86899

Scroll to Top