Pater-Neles-Tebay-Jubi-Aprila1

Pater Neles Tebay: Muridan Tokoh Perdamaian Papua

Pater-Neles-Tebay-Jubi-Aprila1Pater Neles Tebay (Jubi/Aprila)Jayapura, 12/3 (Jubi) – Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP), Neles Tebay, Pr mengatakan, almarhum Muridan Satrio Widjojo tak bisa dipisahkan dari perjuangan perdamaian di tanah Papua. Dia adalah tokoh penting di dalamnya.

 

“Dia memperjuangkan perdamaian Papua walau dia bukan orang Papua atau karena hidup di tanah Papua. Juga tak demi mengumpulkan harta atau mengejar jabatan politik tertentu,” kata Neles Tebay, saat jumpa pers di Sekolah Tinggi Fajar Timur, Abepura, Kota Jayapura, Rabu siang (12/3).

 

Menurut Pater Neles- begitu dia sering disapa- Muridan adalah peneliti yang berpendapat Papua harus berdialog dengan Jakarta. Jika dia bilang ada masalah di Papua ada masalah, maka menurutnya itu pasti benar, karena Muridan adalah peneliti andal.

 

“Muridan Satrio Widjojo bekerja di Tanah Papua bukan karena sesuap nasi, juga tidak meminta pengakuan atas karyanya bagi Papua,” kata Pater Neles.

 

Dia mengatakan, Muridan melibatkan diri dalam upaya menciptakan perdamaian di Papua secara sukarela, tanpa paksaan dan tekanan, dengan motivasi yang luhur dan murni demi tujuan yang mulia.

 

Menurutnya, Muridan hanya ingin agar semua orang yang hidup di tanah Papua, mengalami perdamaian. Untuk itu masalah Papua harus diselesaikan juga secara damai, yaitu melalui dialog Jakarta-Papua.

 

“Demi perdamaian Papua, dia bersedia bertemu dan berdiskusi dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Karena motivasinya yang murni dan tujuan yang luhur, maka dia telah berhasil menghadapi dan mengalahkan segala tuduhan yang tidak benar, tekanan dan ancaman dari berbagai pihak terkait perjuangannya demi perdamaian itu,” tutur Pater Neles lagi.

 

Meski Muridan tak akan hadir secara fisik untuk bersama lagi, tetapi semangatnya akan terus bersama JDP dan menjadi kekuatan bagi JDP.

 

“Dia telah pergi, tetapi perjuangannya tidak akan berakhir. JDP akan memperingati hidup, karya, pengorbanan serta perjuangannya, dengan cara melanjutkan perjuangan yang telah dia mulai hingga akhir hayatnya,” ujarnya.

 

Untuk mengenangnya, dalam waktu dekat ini keluarga besar JDP akan menggelar doa dan refleksi tentang pengalaman hidup, sekaligus peringatan tujuh hari meninggalnya sang peneliti spesialis Papua dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu,pada Jumat, (14/3) mendatang.

 

“Kami akan mengundang semua orang yang mengenal Muridan secara dekat untuk berbagai pelajaran yang diperoleh ketika berkenalan dan bekerja bersama dia,” kata Pater Neles.

 

Sebelumnya, semasa hidup , Muridan S. Widjojo menyikapi dengan dingin pernyataan Menkopolhukam, Joko Suyanto terkait dialog Jakarta-Papua, menurutnya, dialog untuk papua bertingkat-tingkat.

 

“Dialog untuk Papua adalah dialog yang betul-betul merangkul dan besar. Untuk mengarah ke sana, membutuhkan jalan yang panjang dan memakan waktu lama. Saat ini dialog yang baru dimulai adalah dialog kecil-kecilan. Dialog ini tahapnya sangat awal. Kalau istilahnya sekarang itu, masih pra dialog,” kata Muridan kala itu kepada tabloidjubi.com, (Jubi/Aprila)

 

Sumber: http://tabloidjubi.com/2014/03/12/pater-neles-tebay-muridan-tokoh-perdamaian-papua/

Scroll to Top