Papua Damai: Tokoh Pendeta Minta Jaminan Keamanan

 

JAKARTA: Papua membutuhkan adanya jaminan keamanan dan dialog damai dengan Jakarta. Pesan itu dibawa tokoh pendeta asal Papua Benny Giay dan Esmond Walilo yang melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak pada pekan ini.

 

Hal itu disampaikan Haris Azhar, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) yang ikut mendampingi kedua pendeta tersebut.

 

Pendeta Benny dan Esmond juga didampingi Septer Manufandu (Sekretaris Umum Forum Kerjasama LSM Papua) dan Theo Hasegem (aktivis HAM dari Japham Wamena).

 

Selain Kontras, National Papuan Solidarity (Napas) juga mendampingi delegasi tersebut.

 

Delegasi ini bertemu dengan Kaukus Papua, Komisi I DPR RI, Komnas HAM, Komisi Ombudsman, Dewan Pertimbangan Presiden dan Kementerian Politik Hukum dan HAM dalam pekan ini.

 

Berdasarkan catatan Kontras, Komisi I DPR RI akan membuat Panja Papua untuk mendalami dan memantau perkembangan keamanan di Papua. Panja juga akan memanggil para pihak terkait untuk memastikan pemulihan situasi keamanan di Papua.

 

Sementara itu Komnas HAM akan terus melakukan pemantauan terhadap situasi HAM di Papua serta membangun kerja sama untuk memulihkan jaminan keamanan bagi warga Papua dengan bekerjasama dengan pihak Polri dan TNI.

 

Di sisi lain, Komisi Ombudsman bersedia untuk membuat kajian mendalam terhadap kebijakan pemerintah di Papua dan akan memastikan keefektifan fungsinya untuk mengawasi kinerja pemerintah di Papua.

 

Sedangkan Wantimpres menegaskan komitmen Presiden untuk membangun dialog damai dengan membuka masukan dari masyarakat termasuk delegasi langsung dari Papua.

 

Sepanjang Januari-Juni 2012, di Papua telah terjadi 34 peristiwa kekerasan yang mengakibatkan 17 orang meninggal dunia dan 29 orang luka-luka. (JIBI/yus/sae)

 

Sumber: http://www.kabar24.com/index.php/papua-damai-tokoh-pendeta-minta-jaminan-keamanan/

Scroll to Top