menhan

OPM Mengancam, Pemerintah akan Ajak Dialog

Konflik Papua sehubungan adanya Organisasi Papua Merdeka akan diselesaikan pemerintah dengan berdialog.

 

menhanMenteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu (JIBI/Solopos/Antara/Andika Wahyu) Solopos.com, JAKARTA – Pemerintah akan mengajak Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk duduk bersama-sama membangun Papua, sehubungan adanya ancaman perang terbuka dari gerakan separatis tersebut.

 

“Sekarang kita masih mengajak mari bersama-sama tidak usah perang lagi, sudah lah jangan seperti itu banyak ruginya,” kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Jakarta, Rabu (27/5/2015) malam.

 

Ryamizard menegaskan bila OPM tidak dapat diajak berdialog dan keberadaannya mengancam, pemerintah akan mengambil sikap.

“Kalau sudah mengancam kita tertibkan tidak boleh dibiarkan,” kata dia.

 

Kendati demikian, tambah Ryamizard, pemerintah akan terus berupaya melakukan pendekatan dialog dengan OPM. Menurut dia kekerasan di tanah Papua harus segera dihentikan.

 

“Kita kasih tahu stop tidak usah perang, kalau tidak mau ya sudah,” kata mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini.

 

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Papua menyatakan pihaknya belum mengantongi nama penembak warga sipil yang terjadi di wilayah Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Polda Papua juga belum menyinyalir adanya keterlibatan Organisasi Papua Merdeka.

 

“Kita kan belum tahu siapa pelakunya tentu kita belum bicara apa motifnya,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Patrige Renwarin di Mabes Polri, Rabu.

 

Namun, Patrige mengakui intensitas ancaman meningkat setelah tertembaknya Leo Yogi, Panglima Tentara Pembebasan OPM Wilayah Paniai. Nyawa Leo tak sempat tertolong saat dirujuk di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Nabire, 30 April lalu.

 

Tewasnya Leo, disinyalir terkait dengan adanya ancaman perang terbuka terhadap TNI dan Polri yang dikemukakan oleh pimpinan OPM, Puron Wendan dan Endon Wanimbo pekan lalu.

 

Untuk diketahui, penembakan terjadi pada Selasa (26/5/2015) malam lalu. Saat itu pelaku menembak rumah warga sipil, pendatang bernama Jufri Tandi Payung. Aksi penembakan tersebut menyebabkan seorang warga, Pengga Enumbi, tewas tertembak.

 

Adapun warga sipil lainnya mengalami luka-luka, di antaranya Suryanto Tandi Payung, Alfret Tandi Payung, Yulianus Tandidatu, Yogi Rerang, dan Marten Tandi Payung.

 

Sumber: http://www.solopos.com/2015/05/28/konflik-papua-opm-mengancam-pemerintah-akan-ajak-dialog-608745

Scroll to Top