Norwegia Dukung Penyelesaian Masalah Papua

* Melalui Dialog Jakarta-Papua
* Neles Tebay: Bukan Mau Bicara Papua Merdeka atau Tak Merdeka

 

JAYAPURA — Kedubes Norwegia memberikan dukungan sepenuhnya terhadap wacana penyelesaian masalah-masalah Papua melalui Dialog Jakarta–Papua,  yang tengah disosialisasikan Jaringan Damai Papua  (JDP).   

“Meski tak mempunyai kompetensi khusus tentang masalah-masalah di Papua, tapi sebagai suatu negara kami Norwegia juga percaya pada dialog. Kami percaya  dialog bisa dilakukan dengan teman. Tapi kami juga  percaya dialog bisa dilakukan dengan orang-orang  yang tak sependapat dengan kita,” tegas Royal Norwegian Embassy Ambassador Stig Traavik didampingi Bishop em.of Oslo and Advisor Peace and Reconcilition World Conference Religions for Peace Member Nobel Peace Prize Committe Gunnar Stalsett, ketika pertemuan bersama (JDP  di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Fajar Timur, Padang Bulan, Abepura, Rabu (11/9).

Menurut Stig Traavik, pemerintah Norwegia dan pemerintah Indonesia telah cukup lama menjalin persahabatan, antara lain membangun suatu    program besar yakni program perlindungan hutan di Indonesia.

“Papua punya hutan yang begitu besar, maka Papua menjadi penting dalam program perlindungan hutan  di Indonesia ini,” tukas Stig Traavik. Stig Traavik menuturkan, pihaknya juga mempunyai hubungan dengan pemerintah Indonesia, tapi juga  organisasi masyarakat sipil, karena pihakya juga melihat pentingnya hubungan antara penduduk dengan penduduk atau rakyat dengan rakyat di Indonesia dan Papua khususnya.

“Suatu saat kami akan kembali lagi untuk mempelajari isu-isu, tapi juga untuk memberikan suatu kontribusi  demi masa depan Papua yang lebih baik,” ujar Stig Traavik.   Senada dengan itu, Gunnar Stalsett menjelaskan, pihaknya juga menekankan dialog seperti yang digagas  JDP.  “Kami tak hanya berhenti pada dialog, tapi kami menekankan juga aksi bersama di semua level,” tandas Gunnar Stalsett.

Kerena itu, kata Gunnar Stalsett, pihaknya percaya  semua yang direncanakan JDP adalah kombinasi  antara dialog dan aksi demi masa depan yang lebih baik di Papua, tapi juga untuk negara Indonesia dalam suatu keanekaragaman.

      
Dikatakan Gunnar Stalsett, ia dan Ketua Komunitas  Muslim Asia Prof. Dr. H. Din Syamsuddin, M.A., adalah pemimpin dari suatu gerakan dunia dari agama untuk  perdamaian, yang mengusung motto adalah iman  yang berbeda, tapi satu aksi yang sama.

H. Din Syamsuddin mengatakan, pihaknya menyampaikan dukungannya kepada JDP, karena sangat humanistik atau bersentuhan langsung dengan masalah kemanusiaan dalam arti yang nyata, seperti  persoalan kesehatan, pendidikan terutama kesehatan ibu dan anak di Papua.

“Kami telah memulai kerjasama antara Rumah Sakit Kristen dan Rumah Sakit Muhammadiyah di Yogyakarta. Kami ingin mendorong kerjasama itu di Papua,”  ujar H. Din Syamsuddin.
Koordinator JDP Dr. Neles Tebay mengutarakan, Dialog Jakarta-Papua yang digagas JDP bukan mau bicara  Papua merdeka ataupun tak merdeka. Tapi pihaknya mau bicara secara bersama seluruh warga yang hidup di Tanah Papua ini.

“Kita mencoba untuk melihat dari perspektif lain dari  keberagaman itu bahwa ada identitas baru yang  muncul disini dan itu harus kita pertahankan  bersama,” ujar Neles Tebay.
Tokoh Intelektual dari Pegunungan ini menyatakan, pihaknya menyampaikan laporan perkembangan JDP kepada rombongan Dubes Norwegia, JDP didukung  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yang melihat isu yang disampaikan Neles Tebay sangat berkenan dengan situasi di Papua, karena berangkat  dari persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat.
Kata Biarawan Katolik ini, JDP dimulai dari suatu percakapan di tingkat pemangku kepentingan. Kemudian sampai kepada gagasan Dialog Jakarta—Papua.(mdc/don/l03)

 

Sumber:http://bintangpapua.com/index.php/lain-lain/k2-information/halaman-utama/item/8447-norwegia-dukung-penyelesaian-masalah-papua

Scroll to Top