Negosiasi Menjadi Alternatif Solusi Masalah Papua

Upaya penyelesaian masalah kekerasan yang terus-menerus terjadi di Tanah Papua dan berdampak pada terjadinya tindak pelanggaran hak asasi manusia yang dapat pula dikategorikan ke dalam kejahatan kemanusiaan menurut pandangan saya mungkin perlu diselesaikan tidak saja melalui dialog tapi bisa ditingkatkan menjadi perundingan atau negosiasi diantara para pihak yang terlibat konflik tersebut. Pihak-pihak yang dimaksud adalah rakyat Papua yang dalam hal ini juga melibatkan Organisasi Papua Merdeka [OPM] dengan sayap militer yang sudah klasik terlibat yaitu Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat [TPN-PB], juga pemerintah Indonesia yang disertai TNI – POLRI.

 

Perundingan atau Negosiasi tersebut jika dapat dilaksanakan, maka diharapkan semua persoalan yang menjadi pergumulan dan bahkan menjadi sumber konflik diantara pihak-pihak berkepentingan tersebut selama ini sedapat mungkin bisa dicari pemecahannya secara damai dan lebih demokratis. Diharapkan dengan melakukan perundingan, maka upaya yang selama ini dilakukan dengan mengedepankan anasir-anasir kekerasan dan menimbulkan banyak korban bahakan kerugian dari segi material dan finansial sedikit banyak dapat dikurangi dan dimanfaatkan secara lebih baik untuk memberi proteksi terutama bagi masyarakat sipil [adat] Papua yang senantiasa menjadi korban bahkan paling sering dikorbankan akibat konflik berkepanjangan tersebut selama ini.

 

Bagi saya alternatif penyelesaian persoalan Papua melalui jalan kekerasan, apalagi kekerasan bersenjata yang terjadi selama ini dan seringkali melibatkan langsung TNI-POLRI dengan TPN PB/OPM memang harsu segera diakhiri dengan mendorong tercapainya upaya penyelesaian masalah Papua melalui jalan damai dan demokratis. Dimana akternatif paling baik adalah melalui penyelenggaraan perundingan [negosiasai] damai yang dapat dilaksanakan dengan meningkatkan dialog intensif diantara para pihak yang terlibat konflik berkepanjangan di tanah Papua selama hampir 50 tahun terakhir ini.

Scroll to Top