muridan s. widjojo

Muridan: Wajah Indonesia Harus Diubah

muridan s. widjojoDr. Muridan S. WidjojoTimika – Dr. Muridan Satrio Widjojo, salah satu koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) mengatakan, wajah Indonesia di Papua tergantung dari perilaku orang-orang Indonesia di Papua.

 

Muridan mencontohkan, seorang guru Jawa bernama Sukadi yang ditemuinya saat melakukan penelitian awal tahun 1990 di Atuka, Mimika. Sukadi seorang guru yang berbakti dengan tulus.

 

“Ini problem ke Indonesiaan kita, kalau orang Indonesia  hadir di Papua dengan wajah tentara yang kejam, orang Papua akan melihat Indonesia yang kejam. Tapi kalau yang hadir  guru seperti pak Sukadi, orang Papua akan melihat wajah Indonesia yang baik,” ujarnya dalam Forum Kajian Indikator Papua Tanah Damai di Kota Timika, Selasa lalu.

 

Demikian juga guru-guru asal Kei yang sudah mengabdi dari generasi ke generasi di Mimika. Potret guru yang penuh cinta kasih dan tidak membedakan akan menampilkan wajah Indonesia yang penuh cinta kasih. “Intinya, orang Papua menerima Indonesia tergantung pengalaman masing-masing,” jelasnya.

 

“Kehadiran bapak ibu petugas kesehatan, guru atau siapapun, menjadi wajah Indonesia, tanpa kita sadari. Kalau Indonesia dipandang buruk maka  penting untuk mengubah wajah Indonesia,” tambahnya.

 

Muridan juga mengatakan, kekhawatiran utama adalah, Indonesia mengalami disintegrasi bukan karena aspirasi merdeka tapi karena kegagalan menghadirkan Indonesia yang pantas dicintai dan layak buat orang Papua.

 

“Sehingga jika pemerintah berusaha untuk menjaga integritas bangsa, seharusnya tidak dilakukan dengan aksi kekerasan, menghukum atau menakut-nakuti orang Papua tapi dengan komitmen untuk membangun perdamaian dan keadilan di Papua,” paparnya.

 

Menurut dia, wajah Indonesia di Papua tentu saja bisa diubah menjadi wajah Indonesia yang penuh bersahabat.

 

Muridan yang sudah lama mengabdi di Papua dan secara khusus melakukan penelitian bertahun-tahun di Wamena dan Mimika mengaku ia ingin menjadi saksi atas perubahan itu. “Saya bukan sekedar peneliti tapi juga ingin menjadi saksi dari perubahan,” pungkasnya. (Tim/AlDP)

 

Sumber: http://www.aldp-papua.com/?p=7190

Scroll to Top