Muridan engkau

“Muridan, Engkau Memberikan Banyak Bagi Papua”

Muridan engkauDari Kanan, Yorris Raweyai, Pastor John Djonga, Julianus Hisage, Miryam Ambolon,dan Thaha Alhamid (Foto: Doc JDP)Jayapura, 7/4 (Jubi) – Sejumlah tokoh Papua dari berbagai latar belakang berkumpul di Aula Sekolah Tinggi Filsafat Theologia (STFT) Fajar Timur, Padangbulan, Jayapura untuk mengenang dr. Muridan Widjojo, Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) Jakarta yang telah meninggal dunia 7 Maret 2014 lalu.

 

Kegiatan bertema ‘Muridan, Engkau Memberikan Banyak Bagi Papua’ ini dihadiri  oleh antara lain Pater John Djonga, Penerima Penghargaan Yap Thian Him 2009; Yulianus Hisage, Ketua Dewan Adat La Pago; Miriam Ambolon, Anggota JDP;Juga Thaha Alhamid, Sekretaris Presidium Dewan Papua dan Yorrys Raweyai anggota Komisi I DPR RI. Juga tampak hadir: Pater Neles Tebay, Koordinator JDP; Latifah Anum Siregar, Direktris Aliansi Demokrasi untuk Papua; Agustina Basikbasik, Anggota Komisi II DPR RI. Lalu, Theo Van denBroek; pemerhati masalah sosial di Papua; serta puluhan mahasiswa dari berbagai kampus sekitar Kota Jayapura.Alumnus Universitas Indonesia jurusan Sastra Perancis dan Magister Antropologi Sosial itu dikenal oleh orang Papua sebagai peneliti, penulis buku dan mediator yang handal.

 

Beberapa tahun terakhir almarhum Muridan yang menyandang gelar doktor dari Universitas Leiden Belanda itu terlibat di Jaringan Damai Papua bersama Pater Neles Tebay dan sejumlah aktivis LSM di Papua untuk memperjuangkan Dialog Damai antara Pemerintah Pusat dan Papua guna menyelesaikan masalah yang telah mengakar selama puluhan tahun.Pater John Djonga mengaku, banyak belajar tentang Papua dari Muridan.“Saat itu saya masih baru diPapua dan bertemu Muridhan di Kokonao untuk pertama kali. Banyak hal yang kami lalui bersama. Bagi saya, Muridan itu benar-benar Orang Jawa yang sangat sopan,” kata Pater John dalam seminar tersebut.Tidak berbeda dengan Pater John Bagi Latifah Anum Siregar, Muridan adalah tokoh yang sangat peduli tentang Papua.

“Almarhum Muridan, orang yang total mengerti, memahami dan ingin mencari penyelesaian masalah di Papua baik dalam keadaan sehat maupun dalam keadaan sakit. Dia tidak pernah berhenti mendorong berbagai pihak untuk selesaikan masalah Papua lewat dialog damai,” kata Latifah Anum Siregar.Muridan Satrio Widjojo lahir di Surabaya pada 4 April 1967, meninggal pada awal Maret 2014 karena sakit. Almarhum memiliki lima orang anak dari istri tercinta, Suma Riella Rusdiarti.Selama hidup, almarhum Muridan telah menempuh pendidikan di Universitas Indonesia dan Universitas Leiden Belanda.Dan pekerjaan terakhir adalah peneliti senior di Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan ketua tim kajian Papua LIPI 2008 hingga akhir masa hidupnya.(Jubi/Aprila) 

 

Sumber:http://tabloidjubi.com/2014/04/07/muridan-engkau-memberikan-banyak-bagi-papua/

Scroll to Top