MSW RIP

Muridan Berpulang: Papua Berkabung

MSW  RIPFoto: Dokumentasi JDP Jakarta (@gooyogo)Saat ini rakyat bangsa Papua Barat sedang berduka atas meninggalnya Dr Muridan Satrio Widjojo, Koordinator Jaringan Damai Papua di Jakarta dan juga sebagai Peneliti Senior di Pusat Penelitian Politik LIPI bidang Politik Nasional dan Lokal (terutama Papua).

 

Rakyat dan Bangsa Papua Barat sangat kehilangan sang fasilitator ulung antara Rakyat Papua dengan Pemerintah Indonesia untuk mendorong digelarnya dialog Jakarta-Papua. Kami sangat kehilangan orang yang sangat berjasa bagi kami Rakyat di Tanah Papua, dia telah bekerja keras untuk memperjuangankan digelarnya dialog Jakarta-Papua. 

 

Dia juga berjasa karena membongkar benteng-benteng yang selama ini meyembunyikan kisah sengsara rakyat Papua dan juga pembisik dan pencolek telinga bagi orang-orang yang alergi dengan kata dialog damai sebagai jalan yang tepat untuk menyelesaikan konflik Jakarta-Papua.

 

Muridan Tak Gentar Perjuangkan Dialog, Walau Ada Ancaman
Karena kegigihannya memperjuangkan dialog, dia dituduh pendukung Papua Merdeka oleh kelompok yang tidak menghendaki adanya dialog. Bahkan dia diancam akan dibunuh karena dinilai mengobok-obok NKRI.

 

Dalam suatu kesempatan, ketika dia mempresentasikan pentingnya dialog untuk menyelesaikan konflik Papua di kalangan para jendral dan mantan jendral dia dituduh tak setia kepada NKRI dan Mendukung Papua Merdeka.

 

Bagi Muridan, tidak takut dengan ancaman dan berbagai tantangan lain yang dihadapi dalam perjuangan dialog.

 

“Bagi saya tak akan pernah mundur dengan ancaman dari pihak manapun sampai dua kelompok (Pemerintah Indonesia-Rakyat Papua) yang berkonflik selama ini duduk bersama di satu meja dialog untuk membicarakan dan mencarikan solusi atas konflik Papua. Saya tidak bicara tentang Papua merdeka harga mati dan NKRI harga mati, tetapi bekerja demi kemanusiaan, martabat manusia Papua itu dihargai dan dihormati,” demikian ungkapnya dalam diskusi singkat di ruang kerjanya akhir bulan tahun lalu.

 

Berita Duka Dikabarkan dari Depok ke Tanah Papua
Kemarin Jumat 7 Maret 2014 (pukul 12:47:11 waktu di Jakarta dan pukul 14.47:11), Doktor Muridan menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Mitra Depok. Berita duka ini, awalnya dikabarkan oleh Dr. B Shergi, Dekan Fisip Universitas Indonesia dan keluaraga berduka langsung dari Rumah Sakit Mitra di Depok, melalui pesan singkat kepada kami.

 

Berikut isi pesan yang masuk di handphone saya: “Izinkan kami menyampaikan berita berpulangnya Pak Muridan beberapa menit yang lalu, salam duka kami.”

 

Pesan berikutnya datang dari Mas Yoga, staf Pusat Penelitian Politik: “Innalillahi wa inna ilahi roojiun, Baru saja kami menerima pesan dari istri Mas Muridan bahwa mas Muridan telah berpulang beberapa menit yang lalu. Semoga arwah beliau diterima oleh Allah SWT dan diampuni segala dosa-dosanya.”

 

Tak lama kemudian, ditelpon oleh keluarganya langsung dari Rumah Sakit Mitra bahwa Pak Muridan telah berpulang untuk selamanya. Kabar duka ini, langsung diteruskan kepada semua kalangan di tanah air Papua Barat, terutama kepada tokoh agama, akademisi dan pekerja HAM yang mendukung dan memperjuangkan dialog Jakarta-Papua.

 

Mereka pun merespon dan menyampaikan rasa dukanya. Berikut beberapa ucapan duka yang disampaikannya.

 

Ucapan duka cita pertama datang dari Ketua Umum Badan Pelayan Pusat Gereja-gereja Baptis di Tanah Papua Pdt Socrates Sofyan Yoman. “Kami turut berduka cita atas meninggalnya beliau dan kami doakan bagi keluarga yang ditinggalkan agar mendapat penghiburan dan kekuatan dari Tuhan.”
 
Selain itu, ungkapan duka disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Am Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt M. Adadikam, “Kami berduka cita atas meninggalnya Bapak Muridan, kami mendoakan semoga arwahnya diterima oleh Allah Bapa di Surga dan memberikan kekuatan dan ketabahan bagi Keluarga yang ditinggalkannya.”

 

Ada pula ungkapan duka cita datang dari, seorang akademisi muda dari Universitas Cenderawasih, Yustinus Butu, SH. “Kami turut berduka cita atas meninggalnya Pak Muridan sang peneliti dan fasilitator Dialog Jakarta-Papua, kini Rakyat Papua sedang berkabung tetapi pihak yang berseberangan dengan agenda Dialog pasti bersenang-senang,” ungkapnya sambil menangis.

 

Selain itu, ada juga ungkapan bela sungkawa datang dari Markus Haluk, Aktivis HAM Papua, “Kami rakyat bangsa Papua berduka atas meninggalnya pak Muridan, doa rakyat Papua menyertai dia dan memberikan kekuatan bagi kelurga yang ditinggalkannya.”

 

Selain penyampain duka dari mereka, ada banyak ucapan belasungkawa datang dari rakyat di seluruh pelosok di tanah Papua.

 

Siapa Doktor Muridan Widjojo?
Nama Lengkap Muridan Satrio Widjojo, Peneliti Senior Pusat Penelitian politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P LIPI) dan Pengamat Papua, lahir di Surabaya pada tanggal 4 April 1967. Menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Leiden Belanda pada tahun 2007, dengan disertase berjudul “Gerakan Sosial di Papua dan Maluku” dan menyelesaikan Pendidikan Magister Antropologi di Universitas Indonesia pada tahun 2001 dengan judul tesis Gerakan Masyarakat Adat Amungme. Dan menyelesaikan kesarjanaan pada bidang studi sastra Prancis di Universitas Indonesia (1992).

 

Ia aktif menulis opini di majalah dan Koran Nasional dan Internasional serta pernah menjadi pembicara dan fasilitator di forum internasional seperti Filiphina, Belanda, Inggris dan Luxemburg. Penulis Buku Trust Building dan Rekonsiliasi di Papua (LIPI),2006 dan Papua Road MAP (Negotiating the Past, Improving the Present and Securing the Future), 2009).

 

Selamat jalan Pahlawan Kemanusian Papua
Kami seluruh rakyat Papua Barat berduka atas kepergianmu, engkau pergi sebelum dialog digelar. Kami sangat sedih kehilanganmu dari hadapan kami secara badaniah, tetapi kami yakin bahwa jiwa dan semangatmu tetap akan hidup dalam sanubari rakyat Papua.

 

Doa kami rakyat Papua Barat menyertaimu semoga Allah Tri Tunggal Maha Kudus menerima arwahmu dan mengampuni dosa-dosamu serta memberikan kekuatan dan ketabahan bagi keluarga yang ditingalkannya. Selamat berpulang dalam Damai.

 

Elias Ramos Petege adalah Aktivis HAM Papua

 

 

Sumber: http://majalahselangkah.com/content/-muridan-berpulang-papua-berkabung

Scroll to Top