1520113620X310

Menteri Djoko Suyanto: Dialog Papua Melibatkan OPM

1520113620X310TEMPO.CO, Jakarta- Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia Djoko Suyanto mengatakan, dialog Papua akan melibatkan Organisasi Papua Merdeka dan mereka yang tinggal di pedalaman. Dialog untuk menyatukan pandangan mewujudkan Papua yang adil dan sejahtera. »Dialog itu termasuk yang ada di pedalaman, OPM dan sebagainya itu,” kata Djoko Suyanto dalam jumpa pers di Jayapura, Senin, 18 Juni 2012, malam.

 

Dialog itu termasuk yang ada di pedalaman, OPM dan sebagainya itu,” kata Djoko Suyanto dalam jumpa pers di Jayapura, Senin malam, 18 Juni 2012.

 

Ia mengatakan, perlu ada mekanisme untuk berdialog. Dialog tidak harus formal. »Dialog harus ada satu kesamaan pandangan, format dialog itu juga seperti apa, dialog itu bukan dalam bentuk besar-besar, tapi penting ada komunikasi konstruktif,” ujarnya.

 

Djoko menambahkan, kerap dialog sulit diwujudkan karena beragamnya suku dan segmentasi di Papua. »Kalau mau mengumpulkan segmentasi masyarakat, itu juga tidak mudah, sehingga di sini perlu adanya agenda,” ucapnya.

 

Dialog Papua awalnya digagas oleh Jaringan Damai Papua yang dipimpin oleh Pastur Neles Tebay dan Muridan Widjojo dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Dialog akan membicarakan masalah kesejahteraan serta hak-hak dasar orang Papua.

 

Jaringan Damai Papua (JDP) merupakan kelompok fasilitator yang menghimpun sejumlah aktivis dari berbagai latar belakang untuk bekerja secara sukarela menghubungkan berbagai pihak yang bertikai dan mempersiapkan dialog Jakarta-Papua.

 

Dalam perjalanannya, JDP telah bertemu dengan banyak pemuka warga Papua. JDP mendiskusikan format serta alasan perlunya dialog. »Dialog dilaksanakan harus melibatkan pihak Jakarta dan Papua serta mediator,” kata Neles Tebay.

 

Direktur Eksekutif The Indonesian Human Rights Monitor (Imparsial) Poengky Indarti mengatakan, menjadi PR bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mempersiapkan dialog antara Jakarta dan Papua. »Rakyat Papua harus didengar dan diajak berdialog, karena pendekatan keamanan dan pendekatan ekonomi yang bersifat top-down di Papua terbukti gagal,” ujarnya.

 

Koordinator Tentara Pertahanan Nasional Organisasi Papua Merdeka, Lambertus Pekikir menegaskan, dialog Jakarta Papua tak akan menuntaskan persoalan di bumi Cenderawasih. »Masalah Papua itu hanya bisa diselesaikan lewat mekanisme internasional. Bukan dengan dialog. Dialog itu untuk kepentingan orang per orang,” katanya.

 

OPM membutuhkan pengakuan Indonesia atas kedaulatan Papua. »Dari dulu kami menolak dialog, hanya OPM jadi-jadian saja yang mau ikut, kami hanya butuh pengakuan,” katanya lagi.

 

JERRY OMONA

 

Sumber:

http://www.tempo.co/read/news/2012/06/19/078411456/Menteri-Djoko-Suyanto-Dialog-Papua-Melibatkan-OPM

Scroll to Top