Masyarakat Papua Ingin Dialog Dengan Presiden SBY

KBRN, Jakarta: Kekerasan demi kekerasan berlangsung di Provinsi Papua. Pemerintah Pusat pun tidak diam. Melalui otonomi khusus di Papua, pemerintah pusat berharap kesejahteraan masyarakat meningkat sehingga dengan sendirinya kekerasan akan hilang. Namun dana otsus trilunan khusus dari pemerintah pusat, ternyata belum mampu menekan kekerasan di Papua.

 

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)  RI dari Provinsi Papua, Paulus Yohanes Sumino, mendukung langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengedepankan pendekatan secara ekonomi ketimbang militer. Namun menurutnya, langkah tersebut belum cukup.

 

Masyarakat Papua, kata Paulus Yohanes Sumino, menginginkan Presiden SBY berdialog, merangkul masyarakat khususnya yang dipedalaman dan diluar negeri. Langkah dialog inilah yang belum pernah dilakukan oleh Presiden SBY.

 

“Tetapi di Papua bukan hanya masalah kesejahteraan. Masih ada kelompok yang belum menerima integrasi itu dan mereka ada di luar negeri dan hutan. Itulah yang harus diajak bicara. Ini belum dilakukan oleh Presiden,” kata Paulus Yohanes Sumino, Kamis (28/2/2013).

 

Tidak hanya itu, masyarakat Papua pun juga ingin dihargai dan dihormati. Di Papua terhadap hukum adat dan ulayat.  Ia mengakui perkembangan pembangunan di Papua semakin maju.

 

Papua kembali menjadi sorotan setelah Kamis lalu, delapan orang personel Tentara Nasional Indonesia tewas akibat ditembak oleh kelompok bersejata sipil. Penembakan terjadi di wilayah Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya dan di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua.

 

Pelaku penembakan diduga dilakukan oleh Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) pimpinan Goliath Tabuni dan Murib. Baik TNI dan Polri terus melakukan pengejaran terhadap pelaku.

 

DPD berencana akan memediasi dialog masyarakat Papua dengan pemerintah pusat. “Maka kami di DPD memperjuangkan menyusun skenario dilakukan dialog termasuk mengajak yang dihutan dan luar negeri,” ujar Paulus. (Sgd/BCS)

 

Sumber: http://rri.co.id/index.php/berita/44347/Masyarakat-Papua-Ingin-Dialog-Dengan-Presiden-#.UTBaW6LwnJ8

Scroll to Top