yanwarinusi

Masalah Papua Hanya Bisa Selesai Lewat Dialog

yanwarinusiFoto: Yan Christian WarinussyJayapura – Yan Christian Warinussy, Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian Pengembangan, Pengkajian dan Bantuan Hukum Manokwari, Papua Barat mengatakan persoalan di Bumi Cenderawasih hanya dapat selesai melalui dialog antara Jakarta dan Papua.

 

“Masalah yang hingga kini terus mengemuka dan menjadi sumber terjadinya kekerasan negara adalah persoalan idiologi yang solusinya hanya bisa dicapai jika terjadi dialog diantara orang asli Papua dan pemerintah Indonesia,” katanya, kemarin.

 

Bagaimanapun, kata dia, hal itu tidak dapat dipungkiri. Termasuk Presiden dan pejabat pemerintah manapun. Karena buktinya, aspirasi politik rakyat Papua untuk memenuhi tuntutan idioligisnya yang sudah disampaikan dalam Kongres Papua II Tahun 2000, ternyata telah diakomodir secara hukum di dalam pasal 46 dari UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Propinsi Papua.

 

“Dengan demikian jelas-jelas dapat dipandang bahwa langkah untuk menyelenggarakan Dialog Papua-Indonesia sebagaimana didorong selama ini oleh rakyat Papua bersama Jaringan Damai Papua adalah sesuatu yang sangat berlandas hukum serta sangat konsitusional,” ujarnya.

 

Dialog, lanjutnya, berakar dari sistem demokrasi yang bersifat universal. Dimana semua pihak yang berselisih pandang politik dapat dipertemukan secara terhormat, guna membangun rasa saling percaya untuk menuju kepada langkah rekonsiliasi dan pemecahan masalah.

 

“Berkenaan dengan itu, pemerintah di bawah kepemimpinan SBY sebenarnya sudah memulai langkah dalam mempersiapkan format dari dialog itu sendiri, sehingga adalah baik, jika rakyat Papua juga melakukan hal yang sama,” katanya.

 

Terkait itu, Warinussy memandang bahwa komponen rakyat Papua saatnya perlu mempersiapkan pandangan masing-masing termasuk konsolidasi dan rekonsiliasi sosial-politik. “Ini penting untuk mendapatkan rancangan format bersama tentang bagaimana Dialog Papua-Indonesia itu akan diselenggarakan,” pungkasnya. (JO/Jayapura)

 

Sumber: http://www.aldp-papua.com/?p=7518

Scroll to Top