Picture2

LK3 Gelar Dialog Peduli Papua

Picture2Dialog peduli Papua digelar di RM Tambakyudha Banjarmasin, Sabtu (20/9/2014)BANJARMASIN – Walau terletak di ujung Indonesia, tanah Papua tentu tidak lepas dari perhatian beberapa orang di negeri ini. Papua dikenal memiliki keindahan dan sumber daya alam yang luar biasa.
Namun kekayaan alam itu tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakatnya. Penduduk Papua masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Infrastruktur di daerah tersebutpun masih kurang memadai dan masih tertinggal jauh dari daerah-daerah lain seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya.
Hal inilah yang menjadi perhatian Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3). Mereka lantas mengadakan diskusi buku yang berjudul 100 Indonesia Angkat Pena Demi Dialog Papua Sabtu (20/9). Bertempat di wisata Tambak Yudha, berbagai kalangan menghadiri acara tersebut.
Menurut Ketua LK3, Rafiqah, yang menghadiri acara tersebut dari bermacam latar belakang.
“Yang hadir ada dari kalangan akademisi, tokoh agama dan masyarakat, organisasi perempuan, media, dan pemuda lintas iman,” ujarnya. Ia juga mengundang anggota DPR di komisi hukum dan HAM, namun menurutnya mereka berhalangan hadir.
Narasumber pembicara menurut Rafiqah ada tiga orang. “Pembicara ada dari Jaringan Papua Damai, Marthen Go. Selain itu ada dari Direktur Interfidie Yogyakarta, Elga Sarapung dan Dosen FSIP Unlam, Dr Sarkani,” ucapnya.
Tujuan acara sendiri menurutnya agar masyarakat Indonesia bisa tahu permasalahan yang ada di Papua. “Mudah-mudahan masyarakat Indonesia khususnya di Banjarmasin bisa tahu dan peduli dengan apa yang terjadi di Papua,” tandas Rafiqah.

Sumber:http://banjarmasin.tribunnews.com/2014/09/20/lk3-gelar-dialog-peduli-papua

Scroll to Top