Laode Ida Sebut Jakarta Cuek Tangani Papua

Selama tahun 2012, warga Papua tetap merasakan suasana tidak nyaman. Propinsi yang terletak. Di ujung timur Indonesia tersebut bisa dikatakan sebagai ‘Zona Instabil’ di negeri ini.

Hal tersebut bisa dilihat dari tewasnya dua karyawan mitra PT Freeport di Timika (9/1/2012), disusul sebelas hari setelahnya (20/1/2012) dimana seorang warga sipil di Puncak Jaya tewas terkena timah panas dari orang yang tak teridentifikasi.

Menurut Laode Ida, panasnya suhu keamanan di Papua, dipengaruhi sejumlah faktor. Pertama, suasana psi-politik adanya “perlawanan” sebagian kelompok rakyat terhadap NKRI.

“Hingga saat ini, kelompok-kelompok masyarakat Papua yang mengindikasikan ketidak senangan terhadap pemerintah Indonesia. Kondisi itu selanjutnya melahirkan semangat perlawanan sebagia kelompok masyarakat masyarakat baik di dalam maupun di luar negeri,” ujar senator DPD Ddapil Sulawwesi Tenggara itu dalam refleksi akhir tahun di gedung DPD RI, Kamis (27/12/2012).

Faktor kedua, adalah investasi atau eksploitasi SDA yang tidak berkeadilan.

“Konflik dan tidakan kekerasan di tanah Papua juga terkait dengan eksploitasi sumberdaya alam (SDA), khususnya investasi skala besar,” ungkap Laode.

Selain itu, pengelolaan pemerintah daerah yang buruk juga menjadi salah satu penyebab konflik di era kebijakan Otonomi Khusus (Otsus).

“Tak bisa dipungkiri, buruknya pengelolaan pemerintah daerah pada era otonomi daerah tidak berpihak pada kepentingan untuk mensejahterakan rakyat lokal,” tandasnya.

Lebih lanjut Laode menurutkan, pemerintah dalam mengatasi persoalan Papua lebih mengedepankan pendekatan kekuasaan ketimbang dialog secara manusiawi.

Hingga kini, pemerintahan pusat di Jakarta masih bersikap diskriminatif terhadap Papua. Warga Papua, imbuh Laode, masih menganggap Jakarta hanya ingin menikmati Papua untuk memperkaya diri, sementara aspirasi wargainya diabaikan.

 

Sumber:http://kabarcepat.com/2012/12/27/-laode-ida-sebut-jakarta-cuek-tangani-papua-

Scroll to Top