158374 komisi-i-dpr-kunjungi-papua-di-malam-hari_300_225

Komisi I Pantau Kondisi Papua di Malam Hari

 

158374 komisi-i-dpr-kunjungi-papua-di-malam-hari_300_225VIVAnews – Eskalasi penembakan misterius terus meningkat di Papua menyebabkan Komisi I DPR RI melakukan kunjungan ke provinsi paling timur Indonesia itu. Komisi I ingin melihat langsung Kota Jayapura, terutama pada malam hari, waktu yang paling sering terjadinya aksi penembakan.

Komisi I juga menemui aparat keamanan yang melakukan penjagaan untuk mengantisipasi kembali terjadinya aksi teror penembakan. Mereka juga bertemu langsung dengan Kapolda Papua Irjen Pol BL Tobing dan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen Erwin Safitri serta Pejabat Gubernur Papua Syamsul Arief Rivai.

Selain itu, anggota Komisi I ertemu dengan sejumlah tokoh agama dan masyarakat Papua, untuk menjaring masukan terkait penyelesaian persoalan Papua. Dialog konstruktif antara Papua dan Jakarta merupakan solusi untuk mengurai dan menyelesaikan segala masalah yang ada di Papua.

“Persolan Papua hanya bisa dituntaskan melalui dialog yang bermartabat antara pemerintah pusat dan seluruh elemen masyarakat Papua, guna mengetahui secara tepat apa yang sebenarnya diinginkan orang Papua,” ujar Pater Neles Tebay salah satu Tokoh Agama di Papua.

Dengan dialog, Pater melanjutkan, akan menciptakan komunikasi yang intensif untuk mengurai segala persoalan dan mencari format solusi penyelesaian. 

“Sebelum dialog harus dibentuk tim yang mencoba memformulasikan tujuan, format, dan agenda dialog,” ucapnya.

Pater Neles Tebay optimistis Komisi I mampu mendorong pemerintah pusat untuk segera menyelenggarakan dialog Papua-Jakarta. “Kami yakin Komisi I memiliki komitmen untuk mendukung terselenggaranya dialog tanpa takut dicap pendukung Papua merdeka, sebab persoalan Papua hanya bisa diselesaikan dengan dialog,” ujar Pater.

Hal senada juga diucapkan Pendeta Herman Awom yang juga anggota Presidium Dewan Papua. Menurut Herman, menyelesaikan persoalan hanya bisa dilakukan melalui dialog Papua-Jakarta yang difasilitasi pihak ketiga, yakni negara asing.

“Dialog bermartabat adalah solusi yang tepat untuk menyelesaikan segala masalah di Papua. Tapi, kalau pemerintah pusat tidak ingin dialog, sebaiknya segera laksakan referendum untuk mengkaji ulang keinginan rakyat Papua yang sebenarnya,” ujar Herman.

Sementara itu, Ketua LSM Fokker Papua, Septer Manufandu, mengatakan, akar persoalan Papua adalah politik. Untuk itu, dialog bisa dilakukan guna mencari jalan keluar dan solusi penyelesaian.

“Akar persoalan Papua berkaitan dengan politik. Buktinya, meski otonomi khusus telah dijalankan, tapi konflik selalu ada. Sehingga untuk menyelesaikan masalah pemerintah harus menyentuh akarnya,” kata dia.

Janji Komisi I

Menjawab keinginan rakyat Papua itu, Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq berjanji akan mendorong pemerintah pusat untuk segera menggelar dialog sesuai keinginan rakyat Papua.

“Komisi I akan mendorong dialog, dan ini harus menjadi keputusan pemerintah, bukan hanya political will,” ucapnya.

Mahfudz mengatakan, menyelesaikan persoalan Papua tidak dengan pendekatan keamanan seperti yang terjadi saat ini. Sebab, hanya akan menimbulkan persoalan-persoalan baru.

“Pendekatan keamanan tidak akan pernah menuntaskan persoalan, malah akan memunculkan masalah baru. Bahkan juga bisa menghancurkan kemanusiaan,” ucap politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Anggota Komisi I lainnya, Lily Wahid, juga mengatakan bahwa dialog konstruktif merupakan jalan keluar menyelesaikan segala persoalan di Papua. “Komisi kami akan pro aktif mengawal dan mewujudkan dialog Papua-Jakarta, guna menuntaskan masalah Papua,” ujar Lily.

Sedangkan menurut anggota Komisi I lainnya, Meutia Hafid, penambahan pasukan dan banyak intelijen yang dikirim ke Papua bukan malah menghentikan kekerasan tapi membuat Papua semakin tidak tenang. “Intelijen banyak, pasukan ditambah, ternyata hanya membawa Papua pada kondisi yang tidak kondusif, dan Komisi I akan mengkaji ini,” tuturnya.

Selain mencari masukan dari sejumlah elemen masyarakat Papua, Komisi I juga mengadakan pertemuan dengan kalangan jurnalis Papua untuk mencari masukan terkait eskalasi kekerasan di Papua, dan bagaimana menyelesaikan persoalan Papua secara bermartabat. (art)


http://nasional.vivanews.com/news/read/323069-komisi-i-pantau-kondisi-papua-di-malam-hari

Scroll to Top