Komisi I DPR Bentuk Panja Papua dan Papua Barat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Komisi I DPR memutuskan membentuk panitia kerja (panja) Papua dan Papua Barat (P3B). Keputusan ini sebagai hasil rapat internal komisi Senin (3/9). Untuk keanggotaan, panja terdiri dari 27 orang yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq.

 

“Pembentukan panja sebagai tindak-lanjut dari kunjungan kerja Komisi I ke Papua pada tiga bulan lalu. Ketika itu, DPR telah bertemu dengan berbagai pemangku kepentingan. Baik pemerintahan maupun masyarakat,” kata Mahfudz kepada wartawan, Selasa (4/9).

 

Ia menambahkan, sejak kunjungan kerja tiga bulan lalu itu, Komisi I DPR sudah menyuarakan agar pemerintah segera mengambil langkah konkrit untuk penyelesaian masalah Papua secara komprehensif dan damai. Namun sampai saat ini belum ada kemajuan berarti.

 

Karenanya, tujuan pembentukan panja ini atara lain untuk mendorong pemerintah merumuskan konsep dan program penyelesaian masalah Papua secara komprehensif dan damai. Yaitu, melalui pendekatan dialogis.

 

Menurut Mahfudz, ada beberapa masalah pokok yang telah diidentifikasi Komisi I. Antara lain, menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat Papua terhadap pemerintah pusat dan daerah. Kemudian menguatnya isu politik dan sejarah tentang proses integrasi Papua.

 

Hal lainnya, tidak efektifnya UP4B dalam mengakselerasi pembangunan, lumpuhnya pemerintah provinsi akibat kisruh pemilukada serta lemahnya kinerja pemda kabupaten/kota. Juga, meluasnya aksi-aksi kekerasan bersenjata.

 

”Semua masalah-masalah pokok ini seperti dibiarkan berputar-putar menjadi benang-kusut. Jika terus dibiarkan akan jadi bom waktu bagi Republik ini,” jelas Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

 

Ia pun berharap, panja ini akan dapat membantu pemerintah. Terutama untuk memfasilitasi ragam pemangku-kepentingan di Papua dan Papua Barat. Yaitu untuk sama-sama mencari solusi yang baik dalam bingkai NKRI.


Redaktur: Hazliansyah
Reporter: Mansyur Faqih

Scroll to Top