KNPB Sorong Raya Tolak Dialog Jakarta-Papua

Sorong, Jubi – Wakil Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sorong Raya, Kamtius Heselo mengatakan, pihaknya menolak tegas konsep dialog Jakarta – Papua. Menurutnya, dialog merupakan permainan politik segelintir orang yang menginginkan jabatan dan bukan solusi.

 

Kamtius mengaku, persoalan di Papua bukanlah persoalan makan dan minum, bukan persoalan kesejahteraan, melainkan hak politik sebagaimana kesepatakan di Vanuatu. Orang Papua hanya minta referendum.

“Kami tahu dialog Jakarta-Papua itu kepentingan segelintir orang yang menginnginkan jabatan, termasuk dengan pembangunan maupun adanya otonomi khusus, tapi sekarang kami sudah resmi bagian dari MSG,” tegas Kamtius.

 

Selain itu, Kamtius menambahkan jika pihaknya menginginkan Pepera dilakukan kembali, sebab, Pepera pada tahun 1969 tidak sah, karena saat itu bangsa Papau, hidup dalam tekanan.

Jika perpera dilakukan, hasil putusan Perpera itu akan diterima dengan lapang dada, entah putusannya memuaskan rakyat Papua atau tidak. “Pepera terdahulu itu direkayasa, kalau bisa buat kembali Pepera, hasil putusannya seperti apa, kita akan terima,” ujarnya.

 

Hal senada disampaikan salah satu anggota KNPB Sorong Raya, Dewa yang mengaku pihaknya menolak seluruh program yang direncanakan oleh Presiden RI ke Papua, termasuk didalamnya pelaksanaan otonomi khusus, pengembangan pembangunan untuk Papua dan hal lainnya.

 

Pihaknya hanya menginginkan refrendum, sebab menurutnya refrendum harga mati. (Nees Makuba)

 

Sumber:http://tabloidjubi.com/2015/02/12/knpb-sorong-raya-tolak-dialog-jakarta-papua/

Scroll to Top