benny wenda

Ketua Komisi I: Pemerintah Perlu Dialog Hadapi Gerakan Separatis Papua

benny wendaBenny Wenda dan pengacaranya Jennifer Robinson (Dok.Detik.)Jakarta – Kemunculan tokoh separatis Papua merdeka Benny Wenda dan pengacaranya Jennifer Robinson di forum Tedx Asutralia, 4 Mei lalu cukup mengejutkan. Pemerintah perlu membuka dialog dengan tokoh-tokoh separatis serupa Benny Wenda, untuk mencari tahu dan menghentikan gerakan separatisme.

 

“Yang paling mungkin dilakukan adalah harus ada pihak yang menjalin komunikasi kepada para tokoh Papua ini untuk bisa mengetahui apa yang menjadi gagasan dan keinginan mereka, terlepas dari mereka separatisme tapi saya kira komunikasi itu harus dilakukan,” kata Ketua Komisi I Mahfudz Siddik saat berbincang, Selasa (14/5/2013).

 

Menurut Mahfudz, gerakan yang dikampanyekan oleh Benny Wenda di Australia secara politik adalah gerakan separatisme. Tapi ia menilai hal itu bukan tanpa sebab. Sepanjang sebabnya itu bisa didiskusikan atau didialogkan, apakah orang perorang apakah format dialog lebih besar, bisa dicarikan peluang titik temu.

 

“Pemerintah melalui jajaran Kemenlu di luar negeri perlu berupaya melakukan komunikasi kepada para pihak di mana para aktivis melakukan komunikasi di luar negeri, sepertiparlemen di sana, NGO (LSM) dan lainnya untuk memberikan perimbangan informasi yang tepat,” ucapnya.

 

“Jadi selain kita menjelaskan secara komprehensif bahwa bentuk dukungan bisa menjauhkan dari proses penyelesaian, kita juga harus punya keyakinan Indonesia punya penyelesaian,” imbuh politisi PKS itu.

 

Benny Wenda merupakan buron yang kabur dari persidangan untuk kasus kriminal di Abepura tahun 2002. Pada 9 Mei, Benny secara mengejutkan muncul di Youtube dalam acara pidato di TedX Sydney 2013, The University of Sydney. Dalam pidatonya Benny meminta dukungan dunia internasional untuk memerdekakan Papua Barat dengan mendiskreditkan Indonesia.

(iqb/mok)

 

Sumber: http://news.detik.com/read/2013/05/14/071321/2244917/10/ketua-komisi-i-pemerintah-perlu-dialog-hadapi-gerakan-separatis-papua

Scroll to Top