Kekerasan Berlanjut, Dialog Damai Mendesak Dilaksanakan

Jayapura – Peristiwa penembakan di Kabupaten Puncak Jaya dan Puncak yang dilakukan kelompok bersenjata hingga menewaskan sejumlah prajurit TNI, sudah seharusnya mendorong Pemerintah Indonesia untuk membuka ruang Dialog Papua – Jakarta dalam waktu dekat.

 

“Saya memandang bahwa sudah tidak ada alasan apapun yang bisa dihindari atau ditolak oleh Presiden SBY dalam rangka mewujudkan prinsip Papua Tanah Damai,” kata Yan Christian Warinussy, Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari.

 

Ia mengatakan, sudah saatnya rakyat Papua mempersiapkan format dialog damai. Untuk itu, kedua pihak yang bertikai perlu segera difasilitasi agar duduk bersama dan menyamakan persepsi sebelum dialog dilaksanakan.

 

“Bagaimanapun, Dialog kini menjadi agenda urgen dan mendesak dengan melibatkan semua pihak bertikai yaitu TPN-OPM serta berbagai komponen rakyat Papua bersama-sama dengan Pemerintah Indonesia,” katanya.

 

Warinussy menambahkan, sepanjang tahun 2012, hampir setiap bulan terjadi peristiwa kekerasan di Papua. Khususnya di Jayapura dan Puncak Jaya. 14 kali peristiwa penembakan telah menewaskan 22 orang tidak berdosa.

 

“Jika kita menyimak pernyataan anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Yorrys Raweyai dalam acara Kabar Indonesia Malam di TV One Jumat, 22/2, dengan tegas dia mengatakan, bahwa sudah saatnya Pemerintah Indonesia membuka Dialog Papua-Indonesia,” kutip Warinussy.

 

Raweyai yang juga salah satu Pimpinan Dewan Adat papua itu menegaskan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam Dialog Damai haruslah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan Organisasi Papua Merdeka, berbagai komponen perjuangan politik serta pemerintah Indonesia. (JO/Jayapura)

 

Sumber: http://www.aldp-papua.com/?p=8989

Scroll to Top