Jose Ramos-Horta: “Selesaikan Politik Papua dengan Dialog”

Bali (4/10)—Mantan Presiden Timor Leste, Jose Ramos-Horta mengatakan, masyarakat Papua harus mengedepankan dialog sebagai solusi persoalan politik Papua. Hal ini disampaikan ke tabloidjubi.com, saat ditemui di Neka Art Museum Ubud, Bali, Kamis (4/10).

“Papuan people should promote dialogue to resolve the political status of Papua,” demikian kata Horta seusai mengisi sesi diskusi dengan Thema Voice of Independence yang dimoderatori oleh Todung Mulya Lubis.
 
Mantan orang nomor satu di Timor Leste ini menjawab pertanyaan yang sama dari tabloidjubi.com dua tahun lalu saat masih menjabat sebagai Presiden tentang kondisi sosial politik di Papua. Horta menyatakan, posisi geografis Timor Leste yang terletak diantara dua negara besar yaitu Australia dan Indonesia membuat dirinya sedikit lebih berhati-hati dalam menyikapi dinamika sosial politik yang terjadi di dua negara tersebut.

“The Indonesian government must speak openly to the people of Papua to resolve the problems in Papua. Dialogue is the solution for this situation,” demikian kata peraih Penghargaan Nobel Perdamaian pada Tahun 1996 ini dan juga bintang film ini.

Jose Ramos-Horta diundang dalam Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) sebagai penulis walaupun dalam sambutannya pada Gala Openning UWRF di Puri Ubud kemarin (2/10), dirinya mengkategorikan dirinya masih belum benar-benar menjadi penulis tetapi masih termasuk dalam kategori pembaca.

Jose Ramos-Horta sendiri adalah Presiden ke-4 dalam sejarah pembebasan Rakyat Timor Leste yang terpilih pasca jajak pendapat pada Tahun 1999 setelah Timor Leste dipimpin oleh Presiden Xanana Gusmao sebelumnya dan Taur Matan Ruak yang memiliki nama asli José Maria Vasconcelos sejak Mei 2012 lalu. (Jubi/Aprila Wayar)

Sumber: http://tabloidjubi.com/index.php/nasional/20915-jose-ramos-horta-selesaikan-politik-papua-dengan-dialog

Scroll to Top