JDP Percaya Presiden Indonesia Terpilih Bisa Selesaikan Masalah Papua,

Jubi – Koordinator Jaringan Damai Papua, Pastor Neles Tebay, mengatakan, Presiden dan Wakil Presiden Indonesia terpilih periode 2014-2019, Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) dipercaya mampu menyelesaikan masalah Papua melalui jalan damai. Sebab alasannya, kedua figur pemimpin bangsa ini memiliki rekam jejak yang baik dalam menyelesaikan masalah bangsa dalam lingkup kecil, maupun besar.

Menurut Neles, presiden terpilih Jokowi mempunyai sikap yang cepat respon ketika ada masalah. “Kalau ada masalah langsung datang ke lapangan mencari solusi. Jokowi orangnya mau terjun langsung kalau ada masalah dan mau menyelesaikannya. Jokowi membuktikanya dalam menghadapi sejumlah masalah di Jakarta selama jadi Gubernur DKI Jakarta,” ungkapnya di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (8/9).

Sementara wakilnya JK, kata Neles, mempunyai rekam jejak memediasi penyelesaian konflik Ambon, Poso dan perundingan Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Karena pengalaman itu, JK diyakini paham betul betapa pentingnya komunikasi antara pihak-pihak yang berkonflik duduk bersama untuk mencari solusi bersama.
”Banyak pihak yang mendorong Jokowi-JK mendorong dialog Jakarta-Papua. JK punya pengalaman dalam menyelesaikan konflik, tahu persis betapa pentingnya dialog dalam upaya-upaya menyelesaikan dialog. Saya percaya JK akan mendukung dialog,” kata Neles.

Menurut Neles, kepercayaan itu bisa terwujud karena tim transisi Jokwi, selain berbagai pihak, LSM, akademisi dan orang Papua berbibacara pentingnya dialog untuk membangun kepercayaan.
“Walaupun begitu, semuanya itu akan jelas sesudah pelantikan presiden dan wakil presiden. Apakah menyelesaikan dialog atau lewat jalan lain, tergantung presiden dan wakilnya. Tetapi banyak pihak yang menyarangkan dialog,” kata Neles.

Kepada orang Papua, Neles berharap agar bergumul membangun Papua tanah damai. Orang Papua mengidetifikasi masalah-masalah. Solusi-solusinya apa yang mereka mau tawarkan atas masalah yang mereka hadapi. ”Kalau pun dialog jadi, orang Papua harus bergumul supaya orang Papua merasa masalah yang dibahas itu masalah mereka. Kalau tidak, susah menyakinkan semua pihak bahwa masalah yang dibahas masalah mereka,” katanya.

Sehingga kata Neles, JDP telah membuka sejumlah ruang diskusi yang melibatkan sejumlah pihak yang harus terlibat dan memberikan kosep damai dalam dialog Papua – Jakarta. Pemerintah pusat, orang asli Papua yang pro Papua merdeka, pemerintah daerah, panguyuban-paguyaban yang ada di Papua, TNI, Polisi, perusahaan asing dan domestik yang mengekploitasi sumber daya alam, Tentara Pembasan Nasiona Papua Barat, dan orang Papua yang ada di luar negeri.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Papua Wilayah Lapago, Lemok Mabel mengatakan, aspirasi dialog bukan hal baru melainkan aspirasi orang Papua sejak tahun 2000. Orang Papua sangat menanti respon pemerintah pusat di Jakarta mengatasi konflik Papua melalui dialog.

Sehinggga, Lemok berharap, pemerintahan Jokowi nanti membuka diri untuk berdialog dengan orang Papua. Orang Papua meyakini dialog salah satu jalan mencari solusi terbaik menyelesaikan konflik. “Dialog solusi yang kami harapkan. Kalau tidak ada dialog, tidak ada solusi. Karena, kita bilang damai tetapi kenyataannya tanah ini tanah konflik,” katanya kepada Jubi, melalui telepon selulernya, Kamis (9/10).Mawel

Sumber:http://nblo.gs/10vv1u

Scroll to Top