JDP Gelar Konsultasi Publik Dengan Kaum perempuan

Merauke, Dalam rangka sosialisasi hasil pertemuan eksploratif tentang Indikator Papua Tanah Damai yang di klasifikasikan ke dalam beberapa tema, polhukam, sosial budaya dan sosial ekonomi maka Jaringan Damai Papua (JDP)  melaksanakan konsultasi publik dengan kaum perempuan di Merauke guna mengkritisi dan melengkapi konsep tensebut.  Konsultasi publik tersebut berlangsug 03/11/14  di Hotel  Megaria, dan diikuti oleh kelompok perempuan dari berbagai latar belakang keahlian.

Dalam pembuakaan tersebut, pemerhati perempuan Ir. Yago Bukit menyampaikan bahwa semua orang pasti menginginkan suasana yang damai, oleh sebab itu kedamaian perlu untuk selalu di gunakan. Begitu pulah untuk di wilayah Papua tentunya menginginkan kondisi yang serupa dan di harapkan tidak ada konflik yang terjadi di Papua.

Jika tidak terjadi konflik maka akan terwujut kehidupan masyarakat yang damai antara satu dengan yang lain. Apalagi jika terkait dengan situasi politik seperti yang telah diketahui cukup banyak tuntutan sana sini.

Salan satu upaya untuk menyelesaikannya bisa di lakukan dengan cara dialog. Menurutnya, dialog seharusnya lebih di  tonjolkan karena di dalamnya akan tercipta yang namanya musyawarah demi mencapai mufakat. Upaya tersebut menjadi pilihan atau alat dalam upaya menciptahkan  tanah damai.  Selain itu di adakan pula dialog antara Papua dengan Pemerintah yang ada di Pusat  dalam bingkai NKRI.  Hal ini yang harus di garis bawahi dan di dalam mendukung terciptahnya dialog tersebut maka harus ada konsep yang diusung.

Adapun konsep tersebut sudah di gambarkan di dalam indikator Papua tanah damai.  Dalam hal ini  sudah di lakukan lima kali pertemuan eksploratif untuk menyusun indikator Papua tanah damai. Pertama berlangsung di Bali, kemudian di Manado, Lombok, Yogjakarta dan kelima di Semarang. Dijelaskan konsep yang ada dinilai sudah fix karena turut menghadirkan seluruh pihak terkait, masyarakat termasuk pejabat guna menggodok konsep tersebut agar benar-benar dapat di andalkan.

 

Sumber:Koran Arafura News,Edisi Selasa 04 November 2014

Scroll to Top