JDP Gelar Konsultasi Publik Dari Perspektif Perempuan Jayapura

Jubi – Jaringan Damai Papua (JDP) menggelar Konsultasi Publik, dengan tema: Indikator Papua Tanah Damai, di Gedung P3W Padang Bulan, Jayapura, Senin (13/10).

 

“Satu hal yang membuat proses dialog Papua Jakarta berjalan lambat adalah Papua dan Pemerintah Indonesia belum siap. Di Papua sendiri, ada yang mau dialog, ada yang tidak mau dialog,” kata Pastor Neles Tebay dalam pembukaan diskusi publik ini.

 

Lanjut Pastor Neles, di pihak Pemerintah Indonesia juga sama halnya. Oleh karena itu, JDP memperluas jaringan dan memperbanyak teman dan pendukung. Saat ini, pendukung JDP sudah cukup banyak, baik di Papua, di tingkat nasional maupun di tingkat internasional.

 

Di tempat yang sama, Bernarda Meterai, Dosen FKIP Uncen mengatakan berbicara dialog Jakarta-Papua butuh strategi, perencanaan, sosialisasi di semua lini dan yang pasti adalah butuh proses.

 

“Hal yang paling penting dari semua proses ini adalah bagaimana perempuan-perempuan Papua bisa tenang, damai, aman dalam menjalankan profesinya,” kata Bernarda kepada Jubi seusai diskusi publik ini.

 

Menurut Meterai, banyak anak-anak Papua yang lahir dari perempuan yang tidak mengalami rasa aman karena faktor-faktor lain.

 

“Hari ini luar biasa karena ada yang mengatakan kita sudah identifikasi masalah perempuan tetapi mungkin juga belum karena ini diskusi publik pertama bagi perempuan dimana persoalan Papua Tanah Damai tidak hanya masalah politik.

 

Semua itu, tambah penulis buku Nasionalisme Ganda Orang Papua ini, tergantung pada perempuan karena perempuan yang melahirkan dan perempuan yang paling banyak menanggung beban kerja. (Aprila Wayar)

 

Sumber:http://tabloidjubi.com/2014/10/13/jdp-gelar-konsultasi-publik-dari-perspektif-perempuan/

Scroll to Top