warga papua kabarnet.wordpress.net

Situasi Politik Papua Membingungkan

warga papua kabarnet.wordpress.netJUBIMenurut pengamat politik Papua, Theo Van Den Broek menilai, situasi politik Papua saat ini sangat membingungkan bagi masyarakat luas. Pasalnya situasi di Papua kondisinya kompleks. Hal ini disampaikan Theo–begitu dia biasa disapa—kepada tabloidjubi.comi, di Arso Kota, Kabupaten Keerom, belum lama ini. 


“Kalau saya, situasi gerakan di Papua saat ini cukup kompleks karena tidak bisa katakan suasana itu begini-begitu. Saya pilih satu kata untuk suasana di Papua adalah membingungkan. Membingungkan dari segala macam segi,” kata
Theo pada hari kedua penutupan Lokakarya Pembangunan Arso Kota.

 

Menurut Theo, sementara waktu ada kelompok yang mempromosikan dialog dan akhirnya juga dapat semacam dukungan dari pemerintah pusat, dimana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya menyetujui pelaksanaan dialog itu.

 

“Kita adakan pertemuan dengan pemimpin-pemimpin gereja pada tanggal 1 Februari lalu dan ternyata dia menugaskan Wakil Presiden Budiono untuk memperlancar proses pelaksanaan dialog dengan Papua. Nah, itu salah satu itu jalan yang masih perlu dipromosikan di intern di Papua juga karena ini masih perlu dikembangkan lagi format, agenda, siapa terlibat dan lain-lain di dalam dialog itu,” kata Theo.

 

Artinya, menurut Theo, masih perlu dihasilkan dari diskusi-diskusi intern Papua yang kemudian didiskusikan lagi dengan pemerintah pusat sampai ada semacam kesepakatan mengenai format dialog yang mau dijalankan. 

 

“Nah, sampai saat ini belum terlalu jelas. Kita sudah ada di mana dan sejauh mana proses itu didorong oleh SBY. Di samping itu, ada kelompok seperti lain yang dengan jelas bilang soal dialog, maaf sudah terlambat. Kita perlu lebih, kita perlu referendum. Untuk penyelesaian masalah Papua saat ini, kita perlu referendum dan ternyata ada cukup banyak orang yang ikut dalam jalan pikiran itu,” kata Theo.

 

Kelompok lain, menurut Theo adalah Kongres Rakyat Papua (KRP) III dan proses pengadilan itu. Dan juga sesi-sesi sidang yang setiap kali bisa diakhiri dengan semacam pidato atau orasi politik dari pemimpin-pemimpin, sehingga menjadi juga semacam platform untuk diskusi politik juga sehingga orang yang lihat hal ini mau pilih kemana sehingga itu cukup membingungkan.

 

Tapi dari sisi pemerintah sendiri, kata Theo, yang menanggapi ini bagaimana mereka dimana dari satu segi omong dialog, dari segi lain itu mulai interuduksi UP4B juga tidak jelas sebenarnya itu punya agenda belum disosialisasikan sehingga untuk banyak orang itu rasa ada sesuatu yang baru lagi tetapi tidak tahu itu apa dan ini tampak lagi keraguan, kebingungan karena Otsus dikatakan tidak laku, gagal tetapi tidak ada evaluasi untuk memperbaiki Otsus itu. Tetapi Otsus itu diganti atau dilengkapi dengan UP4B.

 

“Sedangkan yang logis untuk saya adalah bahwa ada evaluasi yang betul-betul mengenai kenapa Otsus gagal, dinyatakan gagal oleh banyak orang, banyak instansi. Sehingga kalau mau memperbaikin, perbaiki apa yang salah. Jangan memberikan sesuatu yang baru yang berasal dari Jakarta saja,” katanya.

 

Apalagi dalam strukturnya, kata Theo, kurang lebih itu dirumuskan di Jakarta oleh presiden. “Dampak untuk gubernur, bupati itu Pemda ada di mana dalam semua ini? nah, sekali lagi, ini menambah kebingungan. Orang yang mengarahkan pembangunan di Papua tidak jelas mereka punya pendapat sehingga saya sependapat ketika masyarakat bertanya, kita kemana?  Mau dibawa kemana. Serba membingungkan. Baik dari segi solusi maupun dari segi kepemimpinan,” katanya. (Jubi/J-13)


sumber:http://tabloidjubi.com/index.php/modules-menu/jayapura/17470-theo-situasi-politik-papua-membingungkan

Scroll to Top